Wahai makhluk yang kucinta

Hening, sepi, senyap hinggap disetiap detikku, aku merasa takut untuk kehilangan, kehilangan disaat aku merasa memiliki.

Wahai makhluk yang kucinta

Dengarkan aku dan alunan irama nadiku yang tak kujung putus, begitulah cintaku tak pernah putus, kenangan indah kita yang tak pernah aku lupakan selalu aku sisipkan disetiap alunan syair yang kudengar, disetiap dentuman musik yang menggema indah.

Aku takut wahai makhluk yang kucinta aku takut jika kamu tersiksa karena aku betul betul menyayanimu, semenjak aku tau bahwa allah pernah menciptakan makhluk yang seindah kamu disaat itulah aku paham dan percaya akan cinta itu,

Wahai makhluk yang kucintai

Aku ingin engkau menjadi perantar cintaku dan penyempurna cinta kepada allah ini, aku tau diseberang hatimu telah bertahta seorang raja yang akan menjagamu, namun aku lebih takut lagi jika aku menjadi raja itu dan ternyata aku tidak bisa membahagiakan ratuku di tengah tengah intan dan permata yang aku punya karena aku sebenarnya hanya seorang pelayan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s