Kiamat

Hari itu semua akan kebingungan,
Suara apakah itu, suara yang merdu tapi semua telinga berdarah mendengarkannya
Hari apakah ini?
Semua orang berbondong bondong kemesjid, yang dulunya bejad kini telah berubah menjadi alim tapi kata mereka semua itu tidak ada gunannya lagi
Hari dimana matahari terbit dari arah yang tidak semestinnya
Jagad raya seakan bermusuhan satu sama lain
Semua akan berlari tampa arah, semua gelisah dengan dosannya, tapi hari itu dunia masih sama. Sama dinginnnya sama hawannya sama semunya.
Kecuali orang orang yang tidak ada bekal untuk akhiratnya.
Mereka sibuk mencari perlindungan
Namun tidak terjadi apa apa, tidak ada gempa tidak ada tsunami dan juga tidak ada tornati tinggi
Setalah itu semua bergerak perlahan
Tanah terbelah
Bumi bergoncang
Air menerobos darat
Lahar bertebaran kesana sini,
Angin bertiup tampa henti
Langit jatuh dan orang yang kehilangan nyawa bertebaran diman mana
Ada yang berlari dengan cepatnya, ada yang pasrah begitu saja
Gema takbir ada dimana mana
Suara istighfar melalak membuan
Namun semua itu tiada arti
Lahar tetap keluar
Angin tetap bertiup
Api tetap membara
dan tanah tetap terbelah besar
aku takut kawan, aku takut hari itu, aku tidak ada bekal dalam hidup ini
aku hanya sibuk dengan kekayaaanku, aku hanya mengurusi duniawiku
namun hari itu, semua akan terungkap
akankah KEKAL di neraka atau Disurga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s