Koreksian Untuk Suami

assalmualaikum,

hari ini aku sungguh terkesan dengan sebuah cerita yang kubaca disebuah buku jadi sekarang, aku ingin teman teman juga tau apa cerita yang membuatku terharu itu, mungkin cerita ini tidak begitu menarik, karena cerita ini aku karang sendiri seingatnya dan kususun dengan kata kataku sendiri.

Cerita ini mengisahkan tentang satu keluarga yang sudah lama hidup dan bahagia. namun, suatu hari sang istri memberanikan diri untuk berbicara tentang masalah keluarga mereka,

“bang!, tadi saya baca majalah dan disitu disebutkan bahwa rumah tangga akan selalu langgeng jika kita saling jujur dalam memberitahu kekurangan pasangan kita” kemudian si istri melanjutkan ceritannya dengan saran untuk menulis hal hal yang tidak mereka sukai dari pasangannya dan berjanji untuk saling menerima dan tidak boleh tersinggung.

malam itu mereka tidur di kamar yang berbeda, malam itu adalah waktu mereka untuk menuliskan rentetan kekuranan kekurangan pasangannya.

keesokan harinya, ketika makan pagi, si istri meminta untuk membacakan koreksiannya dan sang suamipun setuju. mulailah si istri membacakan rentetan kekurangan si suami satu persatu, begitu banyak, sehingga ditengah bacaan si istri sang suamipun menyucurkan air mata.

“haruskah aku berhenti?” ucap si istri melihat suaminnya yang sudah meneteskan air mata

“tidak lanjutkan saja!” jawab si suami dengann nada rendah

selesai membacakan semua kekurangan suaminnya yang berjumlah sekitar 110 buah kekurangan yang dia tulis semalam suntuk ia pun mempersilahkan sang suami untuk memulai koreksiannya terhadap suami.

“silahkan bang!, aku sudah siap!’ namun sang suami tetap diam,

“abang!, silahkan sudah tidak apa-apa kan kita sudah janji untuk tidak tersinggung” namun sang suami tetap juga diam.

“abang! apa abang baik baik saja?” tanya si istri cemas.

sang suami pun mulai angkat bicara seraya mengeluarkan secarik kertas dari saku kanannya.

“aku tak tau haru menulis apa!, karena menurutku engaku adalah istri yang sempurna” jawab sang suami dengan kepala tertunduk.

sang istri menangis seketika itu sambil memeluk sang suami erat dan meminta maaf atas kesalahanya yang ia perbuat selama ini sampai sampai dia berani mengoreksi suaminnya sendiri.

hal yang bisa diambil adalah, ketulusan sang suami dalam mendidik istri dan melihat semua kesalahan istri menjadi sebuah kelebihan baginnya sehingga sang suami dengan tidak ragu mengungkapkan betapa bahagiannya dia mendapatkannya sebagai istri

coretan. senin, 16 Januari 2012

2 thoughts on “Koreksian Untuk Suami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s