Kuatnya “Maaf”

hari ini ada satu cerita yang ingin aku ceritakan untuk semuannya, semoga semua ini bisa menjadi i’tibar serta nasehat kepada kita semua. mungkin cerita ini bukan cerita motifasi karangan orang ternama yang bisa mensupport semua orang, bukan juga cerita yang ditulis di situs situs motifator hebat, tapi ini hanya secuil penggalan kisah hidupku yang mungkin bisa kita ambil pelajaran sedikit darinnya.

maaf and sorryPagi ini aku bangun dan mempersiapkan pergi belajar bersama di Putro Phang (nama taman yang indah di Banda Aceh) aku dan dua kawanku yang lain berniat belajar bersama disana, karena selain ada tempat duduk, tempat itu juga indah dan rindang. kamipun pergi kesana dan belajar bersama.

setelah selesai, aku mengantar mereka satu persatu  kerumah mereka. namun sepulangnya dari rumah kawan yang pertama yang kuantar ada satu kejadian yang sangat berarti bagiku. aku trus mengendarai kendaraanku kearah taman untuk menjemput teman satu lagi yang sedang menungguku disana. ketika ditikungan tiba tiba saja ada satu kereta yang melawan arah jalan sehingga aku dan dia tabrakan kecil, meski tidak ada yang cidera tapi kejadian itu membuat kaca sepion dia rusak dan tangan dia lecet. Matannya merah, dan ingin sekali marah, orang-orang disekitarnya tak mau membantu karena mereka tau bahwa anak muda ini salah ambil jalan. aku yang masih ada di kereta karena tak terbanting berhenti sejenak tak tau mau berbuat apa.

anak muda itu menemuiku dan ingin meluapkan rasa marahnya kepadaku. tampa diinstruktur aku tersenyum seraya berkata “maaf bang, maaf saya kurang hati-hati tadi. ada yang perlu dibawa kerumah sakit bang?” tanyaku sambil turun dari kereta, sejenak dia terhenti. muka marahnya sepontan berubah menjadi senyum yang mengembang.

“owh. tak apa, bukan kamu yang salah. tapi saya yang salah.”

seketika dia berubah, dia tidak memperdulikan lengannya yang lecet dan spionnya yang rusak tadi, aku tersentak dan terkagum pada diriku, rasannya ada sesuatu yang baru kuperbuat sehingga api kemarahannya berubah menjadi sapaan ramahnya. dan aku rasa itu adalah permintaan maaf,

kadang kita memandang meminta maaf menurunkan harga diri dan martabat kita sebagai orang yang benar sehingga kita gengsi untuk meminta maaf. tapi sejak tadi aku baru tau bahwa permintaan maaf juga sangat bisa menyentuh hati yang marah dan emosi yang meluap sehingga tidak ada alasan bagi orang untuk malu meminta maaf dan mengakui kesalahan kita.

jangan lihat kesalahan orang lain terlebih dahulu, tapi lihatlah kesalahanmu kemudian minta maaaflah, maka orang lain itu akan mengakui kesalahannya sendirinya.

wassalam

coretan, rabu, 18 Jan 2012 22.58

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s