Curhatan Bunga

Jumat, 17 Feb, 2012

bungaAku adalah lambang keadian cinta, aku menumbuhkan dan memadukan warna warna indah yang bisa menarik hati dan mata manusia. aku bahagia hidup menjadi bungan, aku menghabiskan hidupku untuk kesenangan makhluk bumi, bukankah itu hebat?. kumbangku juga memberikan kumbang dan lebah keceriaan. orang orang banyak memeliharaku karena aku bisa membuat rumah mereka menjadi lebih indah dan asri, aku dipajang dipekarangan rumah bahkan sampai acara pernikahan dan kematian aku selalau dipergunakan tidak heran lagi jika gambar dan fotoku banyak dimuat di korang koran, sampul buku, baju atau bahkan di benda benda kesayangan manusia. wanita menyukaiku meskipun juga banyak para pria yang mengagumiku, sejujurnya aku tidak setuju jika hati dijadikan sebagai lambang cinta, karena sebetulnya akulah yang lebih berhak menjadi lambang itu, bayangkan saja jutaan milyar di dunia ini mengungkapkan cinta mereka kepada siapa saja dengan keindahanku. namun, meskipun demikian aku mempunyai satu rahasia tentang perasaanku sdebagai bunga. kenapa aku tidak tumbuh disembarang tenpat seperti layaknya rumput rumput yang hidpup dimana mana? ada yang tau alasannya?. kalo tidak akan kuberi tahu alasannya namun ini rahasia antara kita saja, tak lebih.
pada hakikatnya, aku seperti mwanita, bahkan persis sama. aku berharga dimata manusia karena bentukku yang indah bauku yang harum dan juga karena jumlahku yang sedikit. jika aku hidup disembarang tempat maka manusia dengan mudah dapat memtikku dan membuangku setelah digunakan. sama seperti wanita, jika mereka dengan mudah memberikan apa saja yang laki-laki mau maka laki laki akan menganggapnya tak berarti dan akan dipermainkan dan dibuang seenaknya. mereka akan jadi tidak berharga.
oya aku akan memberitahu satu rahasia besar lagi tentang perasaanku sebagai bunga. kenapa aku dan bunga yang lain lebih suka untuk sekedar dikagumi dari pada didapatkan? ada yang tau alasannya?.

Manusia setelah mendapatkan sesuatu yang dia sukai maka rasa suka itu akan hilang sedikit demi sedikit dan jika saatnya rasa suka itu telah tiada maka manusia dengan mudahnya mencari keindahan keindahan yang lain untuk didapatkan kembali tampa memikirkan perasaan keindahan yang sudah tak indah lagi dimatannya. jujur, aku lebih suka hidup dijurang yang tinggi dari pada hidup di taman taman seperti ini meskipun pada dasarnya hidup ditaman selalu dikagumi, namun kekaguman itu akan berakhir jika manusia tidak menyukaiku lagi. jika aku hidup ditempi jurang maka aku akan dikagumi keindahanku meskipun dari kejauhan namun disaat manusia ingin mendapatkanku mereka akan menghadapi berbagai rintangan. sama seperti wanita, jika mereka menjaga keindahnnya dan tidak dengan mudah dapat didapatkan maka itula sebaik baik dan seberuntung beruntungnya wanita. namun jika dia tidak menjaga keindahnnya maka dia akan bernasib seperti kami yang berdad ditaman ini, dipetik dan dibuang setelah manusia tak suka lagi. sungguh teragis bukan?, namun itulah hidpa yang harus kujalani sebagai bunga. aku bangga menjadi bunga namun aku lebih bangga lagi jika menjadi bunga yang sukar untuk dipetik, aku harap semua wanita juga begitu.
“surat ini kutulis untuk para wantita yang sama seprtiku”

dari bungan ditaman rindu
salamku

(coretan) mulyadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s