Curhatan seorang lelaki

Malam ini aku ingin menuliskan sebuah curhatan kecil yang kurasakan ketika aku membaca tulisan salah seorang kawan yang dishare di facebook. Dia menggambarkan betapa sedihnya dan susahnya hidup menjadi wanita. sehingga aku juga menuliskan ini untuk semua orang yang tak menyukuri nikmat dan apa yang sudah dianugrahkan kepadanya (bukan berarti aku mengatakan bahwa aku adalah orang bersyukur).

curhatan lelaki

sayang aku sebetulnya aku juga takut

Begitu banyak misteri dalam kehidupan yang harus disingkap tabirnya secara perlahan. Didunia setiap orang akan menjadi aktor bagi kehidupannya dan setiap ada kejadian maka tentunya setiap orang akan melihat segala sisinya dari sudut pandangnya dan dia selalu menganggap dialah yang teraniaya, tersusah, ternista, terbaik dan lain sebagainya. Itulah kehidupan. Anak-anak akan mengira dialah orang yang paling berat diberikan tuhan ketika orang tuannya memarahinnya. Orang dewasa juga menganggap dialah orang yang diberikan tuhan tantangan terbesar dalam mengarungi bahtera kehidupan yang berliku. Seorang ibu juga akan menganggap dialah orang yang paling sulit ketika melahirkan dan mengurus anak sehingga terkadang mereka menganggap si bapak tidak terlalu berperan besar dalam kelangsungan kehidupan anaknya. Begitu juga sang bapak selalu memikirkan susahnya mencari nafkah dan menghidupi keluarga dengan segala kebutuhannya sehingga mereka menganggap dirinya adalah orang yang terhebat dibanding istrinya yang hanya mempunyai tugas dalam rumah dalam mengurus anak dan mengurus rumah. kesemuanya itu timbul karena satu hal. Yaitu, karena allah memberikan cobaan kepada hambanya sesuai dengan kemampuannya sehingga setiap orang akan berpikir dialah aktor yang paling berat diberikan peran dalam hidupnya.

Begitu juga aku. seorang laki laki yang dipikirkan wanita hebat sebagai pemimpin rumah tangga dan berkuasa, namun tidak begitu!. Selama ini yang anda pikirkan laki-laki hanya memuaskan nafsu belaka dengan menggunakan media wanita. Selama ini mungkin juga anda berpikir para laki-laki hanya bertindak semena mena dalam rumah tangga, marah seenaknya, menyuruh tampa alasan, tidak bisa diatur dan bahkan ada yang berpikir lelaki adalah orang yang paling bahagia dalam dunia. namun tidak begitu!. Lelaki sepertiku juga harus melalui susahnya hidup seperti para wanita, terkadang wanita merasa susah karena diperlakukan beda dari para lelaki, harus menjaga segala hal untuk tidak menimbulkan nafsu laki-laki dan merasa dikekang, semua itu adalah ujian yang terberat bagi para wanita.
Namun saya sebagai lelaki harus menjaga dan melawan hasrat saya sendiri tak peduli itu seperti apa dan bagaimana melawannya. sangat susah, bahkan lebih susah dari pada menghapuskan hasrat sama sekali. Ditengah gemelut dunia yang penuh dengan pernak pernik dunia semakin bertambah susah ujian bagi saya sebagai laki-laki, banyak wanita yang tidak menutup aurat, kejahatan mudah didapat dimana mana, komunikasi yang tampa batas membuat aku dan seluruh laki-laki di muka bumi ini harus siap berperang ekstra kuat melawan diri sendiri. Bayangkan betapa susahnya hidup ditangah kemelut melawan diri sendiri yang tak ada habisnya, tak semudah yang mereka pikirkan bukan?.

Belum lagi saya dan para lelaki lainnya harus menjaga tulang rusuk yang diamanahkan kepada saya. ini adalah ujian ter berat bagi saya bahkan lebih berat dari pada menjaga diri bagi wanita. Jika hanya menjaga fisik bukanlah masalah yang besar bagi laki-laki yang mempunyai kekuatan yang lebih dari wanita, namun kata ‘menjaga’ disini bukan hanya itu, saya dan seluruh lelaki harus bisa menjaga keluarga yang diamahkan di dunia dan sampai diakhirat. Tentu jika ada salah seorang dari penghuni neraka  adalah  istri saya (Naudzubillahimindzalik) maka tentunya saya harus bertanggung jawab dihadapan Allah nanti. Bukankah itu sangat menakutkan?, bahkan lebih menakutkan dari pada melahirkan seorang bayi. apakah pernah anda berpikir?. Sebagai laki-laki ada perasaan takut yang mendalam dalam diri ini karena begitu besar tanggung jawab yang tuhan berikan?.

Disamping itu Nafkah juga merupakan tanggung jawab laki-laki menambah beban hidup saya yang masih didalam peperangan melawan nafsu sendiri.

Oleh karena itu, tuhan tau bagaimana harus mengatur kehidupan sehingga menempatkan beban bagaimana mestinnya. dan untukmu wahai perempuan jangan perberat perang yang sedang saya hadapi ini dengan berhias dan menebar pesona didepan saya, karena peperangan ini harus dan wajib saya menangkan.

Coretan
Sabtu,dimulai dikamar dan selesai di Rumoh Kuphi
jam 11.20 Pm.
Mulyadi syahputra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s