Hari ketigaku (dimedan)

hari ketigaAku terbangun disubuh hari dan tak bisa terlelap lagi kutarik selimut tipis itu sekali lagi berharap aku bisa memejamkan mata meskipun hanya 5 menit. tapi semuannya tidak ada hasilnya. aku masih saja tetap terjaga. tak ayal lagi hanya lamunan yang menemaniku saat itu. aku menerobos gerbang masa depan, aku terbang dalam awang awang khayalan yang selalu menghantuiku. azan berkumandang akupun bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan shalat subuh. pagi itu begitu indah. tak ada gerimis yang menandakan bumi berduka, dan ga ada juga terik mentari yang menandakan bumi murka. aku membantu ust. membersihkan keretannya. setelah itu aku dan ustad pergi berbelanja kepasar dekat perumahan ustad itu. kami membeli Mentimun, Nenas, Wortel, Bumbu2 dan tentunya 5 ekor ayam yang sudah dipotong. nampaknya akan ada pesta kecil kecilan dirumah. tapi menurut keterangan ustad itu sebagian untuk esok hari dimana orang tuannya akan datang kerumah. aku hanya mengangguk pertanda paham. aku membantu proses pengungkepan daging2 itu. aku memblender beberapa bumbu dan memotong sebagian yang lainnya. singkat cerita semua berjalan sesuai rencana jam10 kurang semua kerjaan sudah clear dan aku pergi memesan tiket untuk kepulanganku hari itu, ditemani oleh ustad sekembalinnya dari loket kami berhenti sejenak di depan GRAMEDIA dan bermaksud membeli beberapa buku. karena tampaknya tempat itu sedang mengadakan bazar besar besaran. ustad membeli dua buku masak dan aku tidak membeli apa apa, karena buku yang kubutuhkan tidak ada diijual dipameran itu. kami pulang kembali kerumah. aku mandi disana dan bersiap siap untuk berangkat. Qois anak paling kecil ust yang baru saja akrab denganku beberapa kali bertanya aku mau kemana. aku hanya tersenyum dan menjawab pelan. “abg mau pulang dik!”. aku diantar sampai jalan raya. dan sesamapainya disitu aku berangkat dengan menggunakan angkot. sebetulnya aku tidak tau kemana arah angkot ini pergi namun karena hanya informasi tentang nomor mobil yang disampaikan ibuk istri dari ustad itu, jadi tentunnya aku tidak ada pilihan lain dari pada menurut dan mengikuti instruksinya. azan shalat jum’at berkumandang namun aku dan mobil angkot yang sudah reot itu bergerak begitu pelan sampai aku harus kehilangan jum’at kuhari itu. aku bergegas berlari ke mushalla di loket bus itu dan melaksanakan shalat zuhur sendiri. setelah makan siang diwarung sebelah loket. aku pergi ke medan mol seperti yang sudah kami janjikan dengan sibungan untuk menonton bersama film “Broken Heart” tapi sayangnya setelah menunggu lama aku baru sadar aku butuh atm. namun atm di tempat itu sedang rusak. hp ku berbunyi dan ternyata itu panggilan dari sibunga yang sedang menunggu di shooping center di sebelah “Carefoor” sering dipanggilnya. aku bergegas kearah carefoor dan menunggunya di atm di carefurr. aku bertemu dia yang begitu anggon memakai baju hijau dan krudung hijau yang begitu selarah dan nyaman dipandang. parfum yang digunakannya masih parfum yang biasa dia gunakan. disitulah awal cerita indah bermula. pertama kami berniat untuk pergi ke M plaza untuk masuk ke theater. siapa tau bioskop sudah dibuka. aku mengajaknya untuk pergi memilih baju namun kami menemukan baju kaos yang bagus untuk kami pakai berdua dan kami berniat membelinnya setelah nonton. aku meletakkan baju itu di lipatan paling bawah berharap nanti baju itu tidak dibawa oleh siapapun karena kami sudah berniat membelinnya. setelah itu kami masuk ke bioskop dan menonton film Broken Heart disana. setelah keluar dari bioskop. kami pergi keruang karoke padahal sebelumnya tak ada sedikitpun niat untuk ketempat itu. kami bernyanyi berdua disana beberapa lagu My heart, I miss u, demi cinta, ada apa dengan cinta, satu lagi lagu krispatih yang kurang tau judul tepatnya apa.

Setelah itu kami makan dan setelah makan kami shalat asar dimushalla kecil plaza itu. setelah itu aku membeli dua potong sapu tangan tampa sepengetahuannya, karena kulihat tangannya selalu berkeringat dan mungkin dia butuh sapu tangan itu. setelah itu kami keliling plaza dan kembali untuk membeli baju yang kami simpan tadi. aku juga dipilihin baju kemeja yang bagus sekali. hari berlalu begitu cepat sehingga tak sadar azan maghrib sudah berkumandang. kami bergegas ke mushalla untuk shalat maghrib tapi ditengah jalan kami menyempatkan diri masuk ke Fhoto Box untuk mengabadikan sedikit tidaknya moment yang ada dihari itu dan setelah shalat kami mengambil hasil foto nya. setelah itu kami pulang. dia pulang ke kosannya dan aku pulang ketempatku ditepi jalan sambil menunggu angkot aku masih menyempatkan diri bercerita sedikit karena aku tau mungkin itu saat terakhir aku berbicara kepadannya jadi aku tidak ingin melewatkan sedetikpun dari moment moment itu. aku memberhentikan sebuah angkot yang kearah kosannya. dia naik ke angkot dan aku melambaikan tangan meskipun dia tidak membalas lambaian itu. tampa sepengetahuan dia aku mengikuti mobil itu berlari kecil untuk melihatnya terakhir kali meski dari kejauhan. aku berlari dibelakang barisan becak-becak yang sedang menunggu penumpang itu. dan aku melihat dia terakhir kalinnya ketika dia menunduk kebawah melihat hapennya. aku akan ingat jika itu saat kami bertemu terakhir kali berarti itulah terakhir kalinnya aku melihat dia. namun aku begitu berharap suatu saat nanti kami akan bertemu lagi.
setelah itu aku pulang kestasiun karena mobil akan berangkat malam ini. namun ditengah jalan sebuah kereta yang ditumpangi oleh tiga cewek paruh baya menyerembet tangaku. tidak terlalu parah, tapi sempat mengeluarkan darah. aku mencari apotik terdekat dan mengobatinnya sendiri. aku sangat berharap itu bukan pertanda yang kurang baik bagiku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s