Pendeta antara Surga dan Neraka.

saling menasehatiPada suatu saat ketika zaman nabi musa, hiduplah seorang pendeta yang selalu beribadah kepada allah dan dia menyendiri di bukit tsursina. Siangnya penuh dengan ibadah dan malamnya penuh dengan zikir kepada tuhan sehingga dia selalu disebut sebagai pendeta yang ahli surga.

Suatu hari ketika ketika si pendeta turun dari bukit tsursina sang pendeta bertemu dengan nabi musa yang ketika itu hendak mendaki bukit tsursina untuk bertemu allah untuk menerima wahyu.

Sang pendeta bertanya kepada nabi musa. “Wahai nabi allah, kemana anda hendak pergi?”

Nabi musa menjawab, “saya hendak bertemu dengan allah berbicara kepada allah.”. “bolehkah saya menitip sebuah pesan untuk ditanyakan kepada Allah” Tanya sang pendeta.

“Tentu apa pesannya?” Tanya nabi musa dengan lembutnya.

“Ya musa,! Tanyakan pada tuhan semesta alam ini disurga manakah saya berada karena telah beribadah kepadannya” jawab pendeta.

“Baiklah, nanti akan saya tanyakan” jawab nabi musa.

Ketika menunggu dengan sabar seharian sang pendeta duduk disebuah batu besar dikaki bukit tsursina sambil terus berzikir mengingat allah. Ketika nabi turun dari bukit tsursina dengan begitu cepatnya sang pendeta menyapa nabi karena dia tidak sabar lagi untuk menerima kabar gembira dari allah berupa kabar tentang tempatnya disurga.

“Ya nabi. Sudahkah engkau tanyakan kepada Allah tentang tempatku disurga?” Tanya sang pendeta

“Sudah!” jawab sang nabi lugas

“Dimana tempatku ?” Tanya sang pendeta.

“Anda berada di neraka” jawab nabi dengan nada sedikit tegas.

Dia lesu dan pucat mendengar berita itu. Kemudian dia berjalan kearah kampungnya bersama nabi musa.
Beberapa bulan berlalu, nabi musa kembali ingin menghadap allah dan pergi kebukit tsursina. Kali ini sang pendeta mengejar nabi dari arah kampong dan berteriak.

“Nabi!, nabi!, nabi!.” Teriak si pendeta.

“Ada apa pendeta?” Tanya nabi musa lugas.

“Ya nabi allah, jika engkau ingin mendaki gunung lagi menghadap allah, tolong tanyakan kembali dineraka mana saya ditempatkan. Jika sebetulnya saya sudah mendapat tempat dineraka izinkan saya berdiri didalam neraka didekat pintu,dan jika ada orang yang masuk kedalam neraka akan kutendang mereka sehingg mereka tidak masuk keneraka biarkan saya sendir yang berada ditempat itu.” Jelas sang pendeta dengan wajah muka sedikit sayu.

“Baiklah!” jawab nabi musa.

Berhari-hari sang pendeta menunggu dikaki bukit tsursina duduk diatas batu yang dulu dia duduki. Ketika setelah berhari hari sang pendeta menunggu. Bertemulah ia dengan nabi musa yang baru saja turun dari bukit tsursina. Sang pendeta berlari menuju nabi dan dengan tergesa gesa menghadap nabi.

“Ya nabi! Apakah engkau sudah menanyakan kepada allah apa yang saya amanahkan dulu.” Sang pendeta bertanya dengan ketakutan diwajahnya.

“Sudah!” jawab nabi singkat.

“Apa jawaban tuhan, dineraka mana tuhan menempatkan saya nantinnya?” Tanya sang pendeta kembali lagi.

“Allah menjawab anda bisa memilih mau disurga mana anda berada!” jawab sang nabi dengan senyum sedikit dimukannya.

Sang pendeta bersyukur dan bersujud seketika mendengar berita yang baik itu.

Inti dari cerita ini adalah berupa sikap EMPATI terhadap sesama. Ketika sang pedeta beribadah beratus-ratus tahun dibukit tsursina namun dia hanya memikirkan dirinya sendiri maka allah menempatkan dia dineraka. Namun ketika dia mengajak yang lain untuk terus beribadah kepada allah supaya tidak seperti dia ‘ditempatkan dineraka’ ketika itu allah memberikan dia kemuliaan untuk memilih disurga mana dia mau tinggal.

Berbagi adalah hal yang paling indah, empati adalah alat untuk bisa menumbuhkan rasa untuk berbagi kepada sesame ‘QU AMFUSAKUM WA AHLIKUM NARAN’ jagalah diri kamu dan kemudian keluarga kamu dari api neraka.

Diruang meeting GRANDHOTEL Brastagi
21:11 Wib
by: Mulyadi syahputra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s