Jangan cerca anakmu!

Bismillahirrahmanirrahim

semuacoretanAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji bagi allah swt dan salawat beserta salam kita hadiah kepada Junjungan Alam Nabi Muhammad Saw. alhamdulillah allah masih memberikan saya kekuatan untuk menulis tulisan ini. semoga tulisan ini bermamfaat bagi seluruh pembaca yang budiman. kali ini ingin rasannya penulis menuliskan beberapa judul secara bersamaan. namun karena keterbatasan waktu dan kesempatan terpaksa penulis harus memilah dan memilih judul apa yang tepat untuk ditulis terlebih dahulu. setelah beberapa menit merenung akhirnya saya menemukan tema yang tepat untuk dibahas meskipun saya sendiri tidak terlalu menguasai tema yang saya bahas.

Anak adalah tanggung jawab yang diberikan oleh allah kepada setiap pasangan yang dikehendakinnya. tanggung jawab yang diemban oleh orang tua terhadap anaknya sangatlah rumit dan susah. mulai dari nafkah, kewajiban memberikan pendidikan, akhlak, agama dan bahkan pergaulan juga termasuk tanggung jawab orang tua. karena besarnya tanggung jawab inilah banyak nantinnya orang tua yang taat dan patuh serta berbuat baik diduniannya namun masih saja masuk kedalam neraka karena anak-anak yang merupakan amanah ini disia siakan. Meskipun demikian sulitnya Al-Quran tidak meninggalkan umat muslim tampa arah dalam melaksanak tugas keluarga yang amat berat ini. al-quran memberika tuntunan dalam mendidik anak melalui seorang tokoh yang tercantum namannya dalam Al-Quranul karim yaitu, Lukman. Lukman merupakan sosok yang dijadikan Allah contoh yang baik dalam mendidik anak sehingga umat islam mempunyai panduan dan contoh untuk ditiru dalam mendidik anak sehingga tanggung jawab mendidik anak tidak terbengkalai.

Anak sangatlah labil dan sangat sensitif. sangat mudah bagi anak untuk membentuk, merubah, ataupun memantapkan pemikiran yang ditanamkan kepada sang anak. oleh karena itu dalam sebuah hadist rasul menerangkan kepada ummatnya bahwa anak yang lahir keseluruhannya adalah seperti kertas putih tak ada noda yang ada didalam kertas putih itu, Oleh karena itu yang Menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi adalah orang tuannya sendiri. disaat anak masih kecillah saat yang tepat untuk memulai pengajaran akidah dan islam, namun jika pelajaran itu belum juga dipelajari oleh anak dimasa kanak kanak tentunnya akan susah bagi mereka untuk menerima pelajaran tersebut disaat mereka sudah dewasa.

Tanggung jawab mendidik anak sudah menjadi tanggung jawab wajib bagi setiap orang tua. Dalam mengemban tanggung jawab ini ada yang berhasil dan ada juga yang gagal. Oleh karena itu sebagai orang tua haruslah secepatnya menanamkan akidah kepada anak disaat sang anak masih dibawah umur dan mudah diarahkan. Mudah mudahan kita semua termasuk orang orang yang berhasil mendidik anak kita yang diberikan Allah sebagai cobaan kepada kita.

Belangkejeren
Dirumah.Liburan Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s