Racun untuk sang Mertua

Asssalamualikum..

semuacoretanPagi ini aku ingin menuliskan sebuah cerita yang pernah kubaca disebuah blog tapi saya lupa nama blognya karena memang aku membaca ceritannya sudah 5 bulan yang lalu hehehe. cerita ini menurut saya sangat bermakna dan memberikan kita inspirasi yang kuat untuk terus memberikan yang terbaik yang kita bisa lakukan kepada orang lain tampa harus memikirkan timbal balik ataupun reward yang akan didapatakan. cerita ini sangatlah singkat, oleh karena itu saya sangat berharap para pembaca untuk membacannya sampai habis dan merenungi pesan-pesan tersirat yang ada didalam cerita ini.

Cerita ini terjadi disebuah keluarga yang masih tergolong baru dalam rumah tangga. keluarga ini tinggal di rumah ibu dari sang suami yang tinggal sendiri. hari demi hari, bulan demi bulan, tahun berganti tahun mereka hidup, sang istri menganggap bahwa sang mertua tidak menyayanginnya. sang istri merasa dia diperlakukan tidak seperti sewajarnya oleh sang mertua namun semua itu hanya tersirat didalam hati karena jika dia ungkapkan maka tentunya sang ibu mertua akan merasa tersinggung.

Menyikapi hal ini sang istri sudah beberapa kali mengadukan kepada suaminnya tetapi suaminnya tidak bisa berbuat banyak terhadap orang tuannya sendiri.bulan demi bulang sang istri sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan sang mmertua yang dianggapnya sudah sangat membebani dia. sang istripun mengambil tindakan bodoh, dia pergi secara diam-diam kesebuah dukun yang dianggapnya bisa membantunnya. dia meminta sebuah racun yang bisa membunuh sang mertua secepat mungkin. si dukun ini pun menyanggupi permintaan si istri ini, namun si dukun berkata “Nak, racun ini sangatlah mujarab. akan tetapi racun ini tidak membunuh secara sepontan, perlu waktu beberapa bulan untuk menunggu reaksinnya, oleh karena itu bersikap baiklah kepada mertuamu selama kita menunggu reaksi dari obat ini, mulai dari sekarang campurkanlah racun ini kepada masakan yang dimakan oleh mertuamu setiap hari, suguhkanlah masakan itu dengan senyum dan perlakukan mertuamu sebaik mungkin sehingga nanntinnya tidak timbul kecurigaan dari suamimu atau siapapun yang ada disekitarmu ketika nanti reaksi obatnya datang.”

Sang istri begitu gembira mendengar penjelasan si dukun dengan tersenyum diapun kembali kerumah dan memperlakukan ibu mertuanya sebaik-baiknya dia suguhkan masakan yang berisi racun itu dengan senyum, dia urusi mertuanya layaknya seperti ibu kandungnya sendiri. hari demi hari bulan demi bulan dia perlakukan ibu mertuannya sebaik-baiknya. melihat perubahan menantunnya, sang mertuapun kini sedikit demi sedikit berubah, kini dia menyayangi si menantu layaknya seperti anaknya sendir, bahkan dia dengan bangga memperkenalkan menantunnya kepada orang-orang yang datang kerumahnya. keadaan sudah terbalik, kini dia lebih menyayangi menantunnya sendiri bahkan lebih dari anak kandungnya.

Menyadari hal itu sang istri pergi dengan tergesa gesa menemui dukun yang memberikan dia racun beberapa bulang yang lalu. dia menceritakan kejadian dan perubahan dari mertuannya itu. dan diapun meminta obat penangkal dari racun yang dia berikan itu karena dia tidak mau kehilangan orang yang mencitainya itu. si dukun dengan tersenyum berkata kepada sang istri itu seraya berkata “nak sebetulnya yang saya berikan tempo dulu bukanlah racun melainkan obat penyehat tubuh, oleh karena itu jangan khawatir mertua kamu akan baik-baik saja, sebenarnya racun itu hanya sebagai penyubur rasa kasih sayangmu kepada mertuamu. ketahuilah nak. untuk mendapatkan kasih sayang kita perlu terlebih dahulu menyayangi orang lain”.

Apa yang anda ambil pelajaran dari cerita ini?

Manusia mempunyai sifat ingin dihargai lebih besar dari pada menghargai. hal inilah yang mendorong seluruh manusia lebih menuntut hak dari pada memberikan kewajiban. hal inilah menjadi kendala bagi manusia yang tidak menyadari hal ini. sehingga dia terus menunggu kasih sayang dari orang lain terlebih dahulu baru kemudia dia membalas kasih sayng itu dengan kasih sayang yang lain. jika orang itu tidak memberikan kasih sayangnya terlebih dahulu maka tidak ada kasih sayang ataupun rasa cinta yang tumbuh dari diri manusia itu sendiri. oleh karena itu bagi kita yang sudah mengetahui hal ini, mari kita mulai menyebarkan kasih sayang kepada orang lain tampa harus fokus kepada kasih sayang yang kita dapat terlebih dahulu.

By. Mulyadi
coretan Rabu, 18 7 2012 6:48 AM
di Rumah Sakit Gayo Lues
saat menunggu bapak dirumah sakit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s