Surat untukmu (Jangan terima aku…!)

semuacoretanSurat yang kuketik dengan tanganku sendiri untuk orang yang akan aku jadikan Pendamping Hidupku (Insya Allah).

Dear : Bungaku yang sedang mekar ditamannya.

Assalamualaikum Wr.Wb
Bungaku!!

JANGAN TERIMA AKU
Jika engkau masih melihatku mendahulukanmu dari pada kewajibanku kepada sang penciptaku. karena jika aku terlalu melebihkan cintaku kepadamu dibandingkan kepada Zat yang harus dicintai lebih dari segalannya, maka cinta itu akan pupus nantinnya disaat engkau sudah halal menjadi cintaku setelah cinta kepada Allah dan Rasulnya. dengan menjaga cintaku kepada-Nya adalah salah satu cara yang harus aku lakukan sebagai calon pemimpin keluarga untuk menjaga cinta kita tetap utuh selamannya.

JANGAN TERIMA AKU
Jika cintaku kepadamu membuatku buta akan takdir-Nya. bukankah seharusnya takdir yang kuterima dengan ikhlas apa adannya. itu adalah ketetapan yang memang sudah dituliskan jauh-jauh hari sebelum aku lahir kemuka bumi ini. Jika aku melampaui takdir itu adalah pertanda bahwa imanku berkurang dan bagaimana bisa aku memimpin keluarga jika aku adalah manusia tampa iman, bagai mana aku bisa menuntunmu kesurga jika aku sendiri tidak bisa menghindari api neraka yang akan membakar kulitku diakhirat nantinya.

JANGAN TERIMA AKU
Jika aku masih tidak mengetahui mana hak dan kewajibanku nantinnya sebagai pemimpin keluarga. bukankah seorang pemimpin harus menunaikan kewajibannya terlebih dahulu sebelum meminta hak. jika hak dan kewajiban sebagai suami saja belum bisa diketahui, bagaimana mungkin kehidupan akan berjalan harmonis disaat ada hak yang tidak terpenuhi dan ada kewajiban yang tertinggal, tentu semua akan berakhir sia-sia dan hal inilah yang paling aku takuti sepanjang hidupku nantinnya.

JANGAN BUKA PINTUMU DISAAT AKU MEMINANGMU
Jika aku masih belum bisa merelakan kebahagiaan bersamamu meskipun engkau harus hidup tidak dengaku. bukankah orang yang mencitai akan merasa bahagia jika melihat orang yang dicintainya juga bahagia meskipun bukan dengan dirinnya. semua tau, dan engkaupun tau kalo mimpiku adalah hidup bersamamu, dan mimpi terbesarku adalah membahagiakanmu. Seorang yang mencintai sudah sepatutnya merelakan sebuah kebahagiaan menghampiri orang yang dicintainnya karena senyumnya adalah senyumnya juga, tawanya adalah tawannya juga, tangisnya adalah tangisnya juga, dan rintihnya adalah rintihannya juga. bagai mana mungkin sebuah keluarga bisa utuh jika kebahagiaan sang istri terhalang oleh kebahagiaan suami.

JANGAN HIRAUKAN AKU
Disaat engkau masih tidak suka dengan caraku menasehatimu. jika engkau masih tidak suka dengan caraku, tegur aku! sehingga hari demi hari aku semakin membaik dan bisa menjadi pelengkap hidupmu. bagaimana bisa hidup sakinah jika menasehati yang merupakan ajang melengkapi satu sama lain, melainkan menjadi sarana saling membenci antara kita. bukankah menasehati sesama wajib hukumnya apalagi menasehati tulang rusuk sendiri adalah kewajiban yang terpenting sebelum menasehati manusia yang lainnya.

JANGAN TERIMA AKU MENJADI SUAMIMU
Jikalau aku masih menganggap engkau pembantuku yang harus mengurusi rumah dan menyediakan keperluanku. bukankah engkau diciptakan dari tulang rusukku (insya allah) yang letakkanya ditengah. engkau tidak diciptakan dari otakku sehingga engkau bukan rajaku, dan engaku juga tidak diciptakan dari kakiku, sehingga engkau bukan pembantuku yang bisa kusuruh seenaknya saja. engkau diciptakan dari tulang rusuk supaya bisa mendampingiku, menjaga hatiku, dan juga memperkuat tubuhku supaya kita bisa hidup bersama saling melengkapi dan menyayangi dalam membangun bahtera rumah tangga yang diidam-idamkan oleh setiap manusia.

JANGAN TERIMA AKU
Jika aku terlihat boros. kehidupan Duniawi juga penting dan bagai mana aku bisa menafkahimu nanntinnya jika harta yang kupunya tidak bisa kutabung untuk membahagiakanmu,

TINGGALKAN AKU
Jika engkau melihatku masih kekurangan, karena aku tidak ingin mengecewakanmu dengan hidupku, menyiksamu dengan takdirku, mempermalukanmu melalui aibku, membunuh kepribadianmu dengan kharisma burukku, menjatuhkan martabatmu dengan seluruh kekuranganku dan menghinakanmu dengan kehinaanku sekarang ini

JAUHI AKU
Jika engkau menemukan seseorang yang lebih baik dariku ditengah penantianku, karena aku tidak ingin mengekang siapapun, apalagi mengekang orang yang aku cintai.

Wassalam
teriring salam rindu
untukmu bungaku.
Blangkejeren, 28.08.2012 Rabu
sewaktu menunggu sms dari dia
coretan Mulyadi Syahputra

2 thoughts on “Surat untukmu (Jangan terima aku…!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s