The Golden Age (jangan ajarkan anak membaca)

Bismillahirrahmanirrahim

jika anak membaca

Pendidikan anak akhir-akhir ini menjadi topik yang menarik untukku. melihat anak dari sisi lain dari anak terkadang sangat jarang kita sadari bahwa hal ini penting. Karena sistem pendidikan kita juga sekarang lebih memihak kearah intelektual dan terkesan sedikit mengacuhkan sisi emosional yang tidak kalah penting perannya dalam perkembangan anak-anak. oleh karena itu terkadang sulit bagi anak untuk berkembang karena sudut akademika sangat dituntut dalam sistem sekarang ini sehingga akan ada persaingan yang ketat diantara anak-anak. bukankah anak harus berkembang sendirinya tampa boleh dipaksa perkembangannya, karena pembelajaran pertama adalah pembelajaran alami yang datang dari lingkungan dan alam. Oleh karena itu, peran Pendidik dan orang tua sangatlah penting dalam membentuk kepribadian seorang anak. pendidik dan orang tua adalah orang pertama yang mendapat kesempatan mewarnai mereka disaat alam dan lingkungan juga sedang mengambil peran dalam perkembangan anak-anak.

Zaman sekarang ini menuntut setiap orang harus bisa bersaing untuk mengalahkan yang lainnya. sehingga terbentuklah Mind-set bahwa ‘siapa yang cepat dia yang dapat’ dalam kalimat yang lain disebutkan juga ‘lebih cepat lebih baik’. kekhawatiran orang tua dalam ketertinggalan anaknya mendorong para orang tua melakukan pola kerja cepat yang diterapkan dalam perjalanan pembelajaran sianak. sehingga tidak heran disaat sekarang ini kita menemui anak-anak dibawah umur 7 tahun sudah mampu membaca, menghitung bahkan sudah bisa tambah dan mengurang. bukankah itu suatu prestasi yang perlu dibanggakan oleh para orang tua?. memang pembelajaran sangat berarti dan mudah diingat disaat golden ages seperti dini mulai dari umur 0 tahun sampai umur 6 tahun, namun jika hal ini dilakukan oleh para orang tua dan pendidik ditingkat PAUD, maka akan tumbuh sebuah masalah dalam perkembangan mental si anak. Seorang Ahli yang bernama Comenius pada periode Reformasi pernah menyatakan bahwa “Children learn best from direct experience, Children learn thrugh play”. cara terbaik anak belajar adalah melalui pengalaman langsung, anak belajar melalui bermain. hal inilah yang seharusnya menjadi kekhawatiran para orang tua disaat masa anak-anak buah hati mereka dijejali dengan pelajaran akademika yang mengharuskan mereka fokus yang berlebihan pada suatu materi, karena hal ini akan menimbulkan kejenuhan belajar bagi si anak. pada saat orang tua mengajari anaknya membaca dan menghitung, anak akan sangat mudah menangkap pelajaran itu, namun dengan seiring berjalannya waktu, maka akan timbul rasa malas belajar dan ingin selalu bermain disaat usia anak masuk ke usia dimana layaknya seorang anak belajar membaca dan menulis yaitu disaat bangku sekolah dasar. ini akan menyulitkan guru dan orang tua untuk mendidik anaknya kembli.
oleh karena itu, bagi orang tua alangkah lebih baiknya jika memberikan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan tahapan perkembangan anak terlebih dahulu dari pada memperhatikan kebutuhan akademik anak pra sekolah. jangan sempat sang anak merasa dipaksa untuk belajar karena jika hal itu terjadi akan tumbuh rasa tertekan dalam batin anak sehingga akan menganggu perkembangan mental si anak sendiri. anak adalah titipan Ilahi yang masih berupa kertas putih, jika orang tua dan lingkungan mewarnai kertas putih ini dengan warna biru, maka kertas akan menjadi biru. rasulullah SAW pernah bersabda. setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, dan yang mengyahudikannya, menasranikannya ataupun memajusikannya adalah orang tuannya. ini merupakan bukti bahwa peran orang tua sangat penting dalam perkembangan anak. jangan berpikir bahwa perkembangan jaman menuntut anak untuk berkembang lebih cepat, karena anak bukan produk jaman.

wassalam
Coretan. Mulyadi Syahputra
di kos hari Selasa, 25 Sept 2012
20.10 WIB
selesai shalat isya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s