DENGARKAN AKU!

Aku menuliskan sajak ditengah malamku untukmu

lihatlah akuDengarkan aku! aku sedang menangis, meratapi semua keadaan dan sesekali mengutuknya. aku juga sedang menjerit memudarkan nestapa dalam lepasnya suara dan jeritan jiwa. aku juga sedang bersedih melihatmu meneteskan air mata. aku juga sakit dalam setiap candaku yang ada. dengarkan aku. dengarkan ratapan tampa suara ini, dengarkan tangisan tampa air mata ini, dan dengarkan keluhku yang tersirat ini. aku takut memilikimu. karena suatu saat itu akan menyakitimu lebih dari yang pernah kulakukan kepadamu disetiap hariku.

Lihatlah aku! lihatlah mata ini yang selalu menangkap patamorgana gambarmu. lihatlah tubuh ini yang selalu siap untuk membahagiakanmu. lihatlah senyum ini yang menutupi tangisku darimu. lihatlah aku yang selalu bangga dapat mengikat hatimu. lihatlah lebih dalam lagi. maka engkau akan temukan ketakutan dari curahan mata yang membayangkan bayangmu. engkau juga akan tau bahwa tubuh yang siap membahagiakanmu ini lemah. engkau juga akan tau bahwa senyum yang menutupi perih ini telah lupa bagaimana senyum dan menunjukkan kegembiraan sebenarnya. jika engkau terus melihat kelebih dalam lagi, engkau akan percaya bahwa kebanggaan memikatmu adalah kebanggaan terbesar dalam hidupku.

Rasakan rasaku! rasakan setiap hembusan nafasku yang sering menyebut namamu. rasakan pandanganku yang ingin sekali engkau tau semua ketakutan ini. rasakanlah gengamanku yang semakin lama semakin erat karena takut kehilanganmu. rasakan gambaran cinta setiap kata-kata yang kukirimkan kepadamu. rasakan betapa dekatnya perasaan ini denganmu meskipun engkau jauh ataupun dekat. rasakan tubuhku bergetar ingin selalu dekat dengamu. dan rasakan betapa aku mencintaimu dari pada diriku sendiri.

Namun disetiap ketakutanku, kegelisahanku, kerinduanku. dan juga kelemahanku akan perlahan memudar seketika disaat engkau memberikanku semangat dengan senyummu dan kata-kata indahmu.

Dan sekarang……………..
Dengarkanlah betapa aku berani berkata betapa aku mencintaimu dengan carakku sendiri.
Lihatlah betapa kuatnya tubuh ini, betapa tegarnya hati ini, dan rasakan juga betapa semangatnya jiwa ini. rasakanlah! betapa aku bangga dengan keadaanku, betapa aku tak takut menghadapi takdir yang akan menyapaku,

Rasakan betapa aku ingin mengekpresikan cintaku dengan sepenuh hati, rasakan betapa aku takut engkau menjatuhkan air mata lagi, betapa aku tak kuasa melihat engkau terluka.

Dengarlah jeritanku memudar, tangisanku mereda dan ketakutanku menghilan.

Lihatlah senyumku bukan lagi topeng, tubuhku tak lagi lemah, kebanggaan ini tidak lagi hilang

Rasakanlah pandanganku penuh makna, nafasku penuh dengan hembusan cinta, dan rasakan juga betapa aku mencintaimu untuk selamannya.
________________________________________
coretan.Mulyadi
Kamis 23.14 P.M.
ruang tamu
17 Oktober 2012
Banda Aceh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s