Puisi Tampa Judul

merontaAku menuliskan sajak yang tak bermakna

Untuk mendefinisikan hidup dengan caraku sendiri

Memberikan istilah dalam setiap keaadaan yang kualami

Kuharap ada seseorang diluar sana yang mengetahui apa isi dihatiku saat ini.

 

Matahari sesekali menjadi terang dan meredup kembali.

Dia sedang mencoba memberitahuku untuk tidak menyerah

Untuk terus berusaha menjadi terang walau terkadang sesekali meredup

Seolah-olah memberikanku tanda untuk tidak menyerah

 

Alangkah indahnya hidup matahari yang selalu berhasil memberikan kehidupan pada dunia dan seirinnya tampa membutuhkan cahaya tambahan dari yang lain.

Betapa bahagiannya bintang yang bersinar dengan kelipan indah disetiap mata manusia.

 

Namun aku bukan bintang dan juga bukan matahari.

Aku adalah seorang lelaki yang menjerit sekeras-kerasnya dalam hati

Aku adalah orang yang tak tau bagaimana cara untuk berdiri, duduk, atau hanya sekedar melambaikan tangan untuk mengharapkan bantuan.

aku bahkan sekarang sedang tersungkur di rerumputan berduri.

Aku tak bisa bangkit….

Aku berharap ada tangan yang menyapa dan mencoba memanduku untuk keluar dari liang jeritan ini.

Ada pundak yang  memanduku untuk berjalan.

Ada kaku yang menahanku untuk terus berjalan kembali.

Aku butuh semuannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s