Caraku Menjagamu

romantisAku akan menjagamu lebih dari yang kau harapkan dan yang mereka tuliskan

Sedikit tidaknya aku mengetahui betapa indahnya menunggu sesorang untuk dijadikan pendamping hidup. Dan juga aku mengetahui betapa indahnya pertemuan itu disaat semuanya dimulai dari angka nol. Aku tau itu dan setidaknya aku juga pernah membacanya dibuku-buku pilihan remaja-remaja saat ini. Sekarang aku juga sudah tau, bahwa itulah hubungan yang engkau harapkan.

Cinta yang sekarang kupunya dan kuberikan kepadamu mempunyai konsep yang sama dengan cinta yang tertuliskan di sajak-sajak itu. Kita diikat dengan ikatan pra-Khitbah. Ikatan yang satu sama lain tidak merasa terikat. Hanya saja aku hubungan kita dibumbui dengan kata-kata indah, rayuan-rayuan gombal yang sangat membosankan ala OVJ itu, ucapan good night yang khas dibarengi dengan kata-kata pengakuan cinta, sapaan manis di pagi hari dan juga hubungan ini dihiasi dengan saling mengingatkan untuk makan. Walaupun teori terbaru mengatakan bahwa tidak ada sejarahnya satu anak manusia pun yang lupa maka (jadi untuk apa diingatkan).

Aku tidak tau kalau bumbu itu membuatmu risih dan tak nyaman. Kucuba menghilangkan hiasan hubungan itu sedikit demi sedikit dari keseharian ku, namun yang kudapatkan luka. Luka yang teramat penih. Aku bagaikan hidup sendiri, hampa, dan tak berarti. Seminggu berlalu namun tetap saja aku tidak bisa menemukan ketenangan hidupku didalam hubungan ini. Namun sebagai orang yang menyayangimu, aku tidak bisa juga memaksakan kehendakku untuk melaksanakan hubungan kasih sayang dengan caraku.

Kenapa harus ada hiasan dalam hubungan kita?. Mungkin itulah yang terdetak dibenak kita berdua disaat mengetahui perbedaan ini. Semua ini hanya masalah hati. Aku setuju seratus persen dengan pendapat mereka yang mengatakan jangan mengatakan kata-kata cinta, kata-kata manis, dan janji palsu disaat kata cinta belum diikat dengan jalinan akad. Namun itu bagi mereka yang bertemu setiap harinnya ataupun seminggu sekali. Mereka mampu untuk menyimpan kata-kata manis yang terpikir oleh mereka disetiap harinnya untuk waktu yang tepat. Hal ini sangat berbeda dengan kita. Kita butuh hiasan dalam hubungan tersebut bukan hanya untuk memperindah hubungan kita. Namun juga untuk memperkuat istiqomah kita untuk menunggu yang satu dengan yang lain.

Setahun kita hanya berjumpa sehari ataupun tiga hari. Bukankah itu sulit untuk menganggap bahwa orang yang kita cintai masih tetap dalam pendiriannya? Itu sangat sulit. Namun aku tetap akan berpikir itu mudah disaat ada bumbu cinta yang kau berikan disetiap saatnya. Sapaan dipagi hari, panggilan yang khas, ucapan selamat malam yang indah, cerita pengalaman yang seru, dan nyanyian yang selalu mengingatkan kita berdua disaat kita bertemu. Itu semua menguatkanku, menguatkanku untuk tetap berdiri disini sendiri menunggu seseorang yang akan menjadi ibu bagi anak-anakku, bidadariku dibumi. Menunggu dengan sabar orang yang akan membetulkan dasi yang kupakai dipagi hari, menunggu orang yang akan mengelus kepalaku disaat aku berpikir terlalu lelah sambil mengatakan “sudah. Besok lagi disambung….!”, menunggu orang yang akan mengupdate statusku jika aku lagi tidak mendapatkan koneksi internet dikampungku. Untuk tetap kuat sekali lagi kukatakan, aku butuh hiasan itu.

Jika hiasan itu membuatmu risih dan menganggap itu berlebih-lebihan alias lebai, aku setuju. Aku setuju jika hubungan orang yang memakai semua hiasan cinta itu bertemu dengan mudah. Namun aku tidak setuju itu disebut lebai jika hubungan itu membutuhkan berbulan-bulan dahulu untuk mengumpulkan biaya baru bisa bertemu walaupun cuman sehari. Aku juga tidak setuju itu disebut lebai jika hubungan ini hanya mengandalkan paket telkomsel untuk berbicara seminggu sekali. Aku juga tidak setuju hal ini disebut lebai jika hubungan itu membutuhkan waktu sehari jarak tempuh untuk bertemu sehari. Aku tidak setuju.

Namun walau bagaimanapun, cintaku membuatku bungkam untuk memaksamu mengikuti kehendakku. Aku lebih memilih mundur supaya aku bisa menjagamu dengan caraku. Dengan cara berdo’a dan berharap ada pangeran yang datang menjumpaimu dan mencitaimu dengan cinta yang kau mau.

AMIN YA RABBAL ALAMIN……..

Coretan Mulyadi Syahputra
01.OO AM dikamar tidur
disaat orang terlelap aku masih terbangun
untukmu dariku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s