Hidup Hanya Memiliki Satu “Titik”

hidup hanya memiliki satu titik

mati adalah titiknya

titik adalah dimana sebuah kalimat berhenti dan sebagai tanda yang menandakan suatu ide itu berakhir di sebuah titik. apapun yang dituliskan manusia, baik itu surat, ide, atau kalimat singkat yang mewakili suatu ide, disetiap akhir dari itu akan ada titik yang membuat semuannya lebih mudah dimengerti jika suatu ide ataupun tulisan itu berakhir, jadi titik adalah akhir dan sebuah ending dalam sebuah tulisan.

bagaimana dengan hidup? apakah hidup mempunyai sebuah titik?. tentu segala sesuatu mempunyai tanda titik. apapun yang telah dimulai pasti akan ada akhir dari semuannya. namun sebagai manusia terkadang kita mengira segala sesuatu sesuatu itu berakhir jika kita melakukan sesuatu yang membuat diri putus asa. disaat seseorang gagal dalam mencapai ujian, mereka mengira itulah akhir dari keberhasilan mereka dan mereka akan menghadapi kegagalan seumur hidupnya, disaat seseorang putus cinta, mereka mengira itulah akhir dari hidupnya sehingga tidak ada lagi yang menarik baginnya didalam hidupnya. Tapi taukah kita semua bahwa manusia hanya memiliki satu buah titik dalam hidupnya. Titik itu adalah kematian.

hidup itu akan terus berlalu seiring dengan berjalannya waktu. tak ada yang bisa menghentikan kecuali kematian yang telah ditentukan oleh Allah swt. jadi manusia tidak sewajarnya berputus asa karena kita tidak tau dimana letak titik itu didalam kehidupan kita.

jika kita merasakan keterputus asaan karena kita gagal melakukan sesuatu, itu bukan berarti kita telah menemukan titik kita. kita harus terus berusaha karena kita belum menemukan titik kita hanya menemukan koma sehingga hidup terus berlanjut dan kita tidak pantas terlarut dalam  kebimbangan  sebelum menghadapi titik tersebut.

terkadang hidup tersendat karena ada masalah yang diberikan oleh Allah swt sebagai penguji manusia sebelum naik tingkat dan itu sama seperti sebuah koma yang ada dalam sebuah kalimat. dengan koma kita haru bisa terus melaluinnya meskipun “koma” itu terasa seperti “titik”.  koma hanya menuntut kita untuk berhenti sejenak memikirkan langkah selanjutnya sebelum menemui titik tersebut. Hidup adalah tulisan dan titik adalah akhir dari tulisan tersebut.

untuk itu, tidak ada keputus asaan yang bisa menghancurkan sebuah hidup jika kita semua menyadari bahwa cobaan hanyalah sebuah koma yang mempunyai kalimat penjelas selanjutnya.

hidup adalah tulisan. Coretan Mulyadi
BEM STKIP BBG
sendiri. Jum’at, 04 Januari 2013
04.13 P.M

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s