Murid Yang Sering Di Ejek Namun Ku kagumi

Image

ilustrasi gambar

Mungkin aku belum bercerita tentang seorang murid bimbel komputer ku. Nama dia adalah Afifuddin. Nama yang baru ku ketahui ketika aku memerintahkannya untuk membuat sebuah folder di komputer. Dia sudah berumur sekitar 40 tahun. Sudah termasuk umur yang lanjut untuk belajar komputer, tapi tidak bagi dia. Staff Bimbel SLC (Smart Learning Centre) sering mengolok2 dia dari belakang, karena memang dia agak sedikit sulit untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia sehingga akupun harus ekstra untuk membuat setiap ucapanku understanable.

Aku masih teringat ketika pertama kali aku mengajarinya tentang bagaimana menggunakan Mouse pada komputer. Mungkin anda akan bertaya, kok sampai sedasar itu harus diajarkan?. Tapi begitulah dia, dia adalah Sarjana Ekonomi, namun dia sangat gagap teknologi. Ah sudah ah ceritannya.

Langsung ke intinnya.

Aku sangat penasaran kenapa dia bisa begitu tertutup bahkan sulit berkomunikasi dengan bahasa indonesia. Walaupun dia sudah seumuran bapakku, tapi tak ada salahnya jika aku mengetahuinya. Akhirnya aku memutuskan untuk mengikutinya kerumahnya. Dari kejauhan aku mengikutinya berharap dia tidak melihatku. Dia mengayuh sepedanya sambil tersenyum sendiri. Aku tidak begitu tau kepada siapa sebenarnya dia tersenyum. Setelah melewati beberapa lorong, akhirnya aku melihat dia berhenti dan turun dari sepedanya. Dia mendorong sepedanya perlahan kedepan rumah bantuan Tsunami itu. Aku memperhatikan dari kejauhan semua tingkah lakuknnya tapi sayang, aku belum juga menemukan jawaban kenapa dia begitu tertutup dari dunia.

Keesokan harinnya aku datang kelorong rumah itu. Aku memutuskan untuk beristirahat di toko kelontong dekat dengan rumahnya. Aku berusaha sebijak mungkin meminta informasi dari masyarakat. Dan akhirnya aku tau, dia yang berumur 40 an itu sekarang hidup dengan ibunya di rumah itu. Tanpa istri dan tanpa saudara. Mereka hidup berdua.

Dia begitu pendiam karena dia terlalu sibuk untuk mengurus ibunya. Dia jarang berkomunikasi dengan tetangganya. Karena dia sibuk untuk membalas jasa orang tuannya. Dari hal itu aku mengetahui bahwa selalu ada sisi fositif yang ada dalam diri seseorang. Meskipun dia tidak begitu pintar dan tampak seperti orang yang mengalami keterbelakangan, namun dia mampu melalui kehidupan yang sangat rumit ini. Dua jempolku untuknya.

Kukirasudahkutulistentangdia
tapiternyatabelum…………….
11.36 Wib
1-06-13
dibawah tangga perpustakaan Getsempena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s