Aku Bagian dari Sepi

aku

aku merasa sepi

Jika saat ini orang-orang mengatakan aku aneh, maka aku akan membalasnya dengan anggukan tanda setuju. Jika saat ini orang-orang mengatakan aku sudah berbeda dari kepribadian ku sebelumnya, akupun akan mengatakan ia. Jika orang-orang mengatakan aku  mudah marah dan emosi, aku juga akan mengatakan aku setuju dengan mereka. Jika orang-orang mengatakan sekarang aku terlalu sensitif untuk seorang pria, aku juga akan mengatakan ia.

Aku sekarang tidak mengerti apa yang kumau dan apa yang aku tidak mau, semua telah bercampur dalam diri ini sehingga hatiku kesulitan untuk memilah milih mereka. Aku terus merasa kesepian dan kehilangan jati diriku sendiri. Meskipun selalu ada yang menemaniku dalam kesedihanku tapi aku selalu saja melakukan hal-hal buruk sehingga kesendirian itu datang lagi dalam diri ini. Apa yang harus kulakukan sekarang, bagaimana aku harus bertindak.

Aku selalu berpikir kenyataan bahwa aku telah berubah harus kurubah secara perlahan. Tapi setiap usahaku untuk merubahnya aku selalu saja merasa bahwa aku memang sudah seharusnya dihukum dengan semua ini. Namun jika ada yang bertanya kepadaku kenapa aku merasa harus dihukum, aku akan menjawab dengan gelengan kepala tanda bahwa aku sendiri meragukan jawabanku.

Sekarang aku menuliskan cerita ini disaat aku sedang menyendiri di Taman Putrophan dimana aku selalu menghabiskan waktu bersama hembusan angin yang bertiup sejuk kedalam relung pori-poriku. Terkadang aku ingin seperti angin, bebas berhembus, tak peduli apa itu terik mentari yang menyengat, hujan yang begitu lebai, atau badai yang menghantam sang angin tetap akan berhembus. Alangkah indahnya jikalah hidup kita bisa berlanjut tanpa ada yang berubah meskipun ujian keras badai dan sepanas terik mentari menghadang perjalanan hidup kita.

Namun sekarang aku sedang berada dibatas dimana aku akan terjatuh kedalam jurang keadaan yang suram dan tak bisa bangkit, aku sekarang tersungkur ditengah perjalanan dan tak bisa melanjutkan lagi sisa perjalanan itu, aku sekarang sedang merasa bahwa aku sedang tenggelam dalam kedalaman laut tanpa ada yang bisa membantuku untuk terus menyelam dan bertahan hidup.  Atau sudah mungkin saatnya aku menyerah dan istirahat dari rasa letiih yang sudah menyelimuti jiwa ini.

Mudah-mudahan jika aku telah menemui rasa letih itu dan berharap untuk mampu beristirahat dari kelamnya hidup, aku berharap Allah memberikanku kesempatan untuk bisa Husnul Khatimah amin…

16.42 WIB
Taman Putro Phang. Banda Aceh
Senin, 20 Mei 2013
“ditengah rasa sepi hati yang sedang menyelimuti jiwa ini”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s