Kata orang “biarkanlah semuanya mengalir seperti air”

Biarkanlah semuannya mengalir seperti air.

Image

kehidupan seperti air

Kata-kata ini sering sekali kita dapatkan dari seseorang yang menyarankan kita untuk tidak tergesa-gesa atau tidak terlalu peduli terhadap suatu masalah. Terkadang kita terlalu dangkal menanggapi dan mencerna makna yang terkandung dalam kalimat ini. Kalimat ini mempunyai makna yang sangat dalam jika kita menghayatinya. Lihatlah jika hidup itu adalah air yang terus mengalir tanpa henti sehingga pada akhirnya mereka (air) akan berkumpul pada suatu muara.

Hidup adalah air yang mengalir tanpa  henti. Disaat air ini mendapati batu atau apapun itu yang menghalanginya, air itu akan mencari celah lain sehingga mereka bisa melewati hal itu. Pernahkan engkau melihat air yang mengalir disungai. Mereka tidak takut akan adanya batu yang menghalangi mereka, karena mereka tau kalau setiap halangan pasti akan ada jalan keluarnya tanpa peduli apa dan kapan jalan keluar itu akan mereka temukan. Air adalah hidup dan batu adalah cobaan, setiap  cobaan pasti ada jalan keluar yang bisa ditemukan meskipun harus menempuh waktu yang lama dan cara yang sulit.

Hidup adalah air yang mengalir tanpa sia-sia. Disaat air mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah maka tak ada bagi mereka kata untuk berhenti sejenak. Jika mereka dibendung mereka akan berhenti dengan sabarnya sembari mengumpulkan kekuatan untuk melewatinya. Dan pada akhirnya setelah mereka berkumpul (tergenang) mereka pasti akan mampu melewati bendungan itu, apakah itu dengan membongkar dan merubuhkan bendungan atau dengan melewati bendungan melalui puncak bendungan. Itu menandakan kesabaran adalah kunci untuk sukses, jika rasa sabar yang ada pada diri kita kuat, maka takkan ada apapun yang mampu untuk menghancurkan kita. Sabar bukan berarti kita lemah tak berdaya, tapi terkadang layaknya air, sabar adalah tentang menunggu saat yang tepat untuk mengambil tindakan sembari mengumpulkan seluruh kekuatan.

Hidup adalah air yang mengalir ke sebuah tempat. Setelah sekian lama air mengalir dan melewati berbagai rintangan, jika mereka berhasil melewati seluruh rintangan mereka akan berkumpul disuatu tempat (laut)  kembali ke asalnya. Berarti bahwa setiap sesuatu yang bermula pasti akan ada akhir dari semuannya. Layaknya air. Manusia juga akan menemukan titik akhir yang sering disebut dengan kematian.

Disaat air berkumpul di laut secara bersamaan, air akan merasa gembir dan mengira itulah tempat mereka bersama-sama. Akan tetapi itu bukanlah akhir dari segalannya, sedikit demi sedikit air akan menguap dan kembali menjadi awan.  Begitu juga dengan manusia, disaat sebagian dari manusia mengira bahwa kematian adalah akhir dari hidup namun sebagian besar lagi mereka percaya akan adannya hari lain setelah hari itu. Disaat anak adam meninggal dunia, ruh akan berpisah dari jasad sehingga ruh akan diangkat kelangit layaknya air yang diangkat menjadi awan. Mereka yang melakukan kebaikan akan mendapatkan surgannya Allah. Swt namun mereka yang menebar kejahatan dan kekufuran mereka akan mendapatkan serangan terhadapa merka di neraka nantinya.

By Mulyadi Syahputra
terinspirasi dari air
seperti sebuah kehidupan
di Kontrakan Tercinta
16.04 WIB
31 Mei 2013
corat-coret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s