Bicara Tentang Mereka Yang Berteriak dan Berkomentar

ImageEntah kenapa kebanyakan manusia begitu pintar untuk berbicara tapi sulit untuk berbuat. Jika kita berbicara tentang teori, maka saya dengan sangat percaya bisa mengutarakan jikalau sebenarnya negara ini sudah terlalu banyak orang-orang yang mampu berteori dan memberi solusi tanpa harus mengerjakannya. Begitu banyak acara wawancara tentang politik, pembangunan dan bahkan pertahanan. Hampir setiap sesi dari acara itu menghadirkan pembicara-pembicara handal yang selalu berganti. Jika mereka berbicara seolah-olah teori mereka adalah kebenaran nyata yang harus dijalankan atau terkadang mereka selalu mengutuk dan merendahkan sembari mengomentari usaha orang lain. Aku sangat tidak menyukainnya.

Bahkan sekarang kita lihat, penyakit ini sudah menjalar kemasyarakat dan mahasiswa indonesia. Sedikit saja ada kebijakan yang menurut hemat perorangan atau kelompok tidak tepat mereka akan terus menghardik dan mengutuk para pemberi kebijakan tanpa tau terlebih dahulu kenapa kebijakan itu diambil. Hemm emosi tingkat tinggi saya kalo begini.

Bagaimana mereka yang kita percayakan untuk mewakili kita berjalan dan menentukan kebijakan. Pantas saja para pemimpin kita plin plan. Bagaimana tidak plin plan mereka jika masyarakatnya adalah kita yang hanya bisa berkomentar dan mengeluarkan teori Nol itu. Hem andai orang yang berteriak itu diperiksa hatinya pasti ada niat lain selain ingin memperbaiki keadaan.

Mari kita beri kesempatan bagi para pemimpin yang kita percayakan untuk mengatur negeri ini. Hak kita adalah untuk mendapatkan pelayanan bukan untuk memperbudak mereka dengan tujuan kita masing-masing. Kewajiban kita adalah menaati peraturan mereka.

Jika kita betul-betul mempunyai niat yang tulus. Marilah kita memperbaiki kesalahan itu bukan mencaci maki usaha orang lain yang mempunyai niat yang tulus. Jika ada yang mengatakan usaha mereka tidaklah tulus, hati manusia siapa yang tahu. Anda dan saya tidak tahu apakah niat mereka buruk atau baik, oleh karena itu  lebih baik menyalakan lilin bukan mengutuk kegelapan karena kita tidak tau apa yang ada dalam hati mereka

DiBEM STKIPBBG
22.19 WIB
10-06-2013
SambilBelajarESP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s