Surat untuk mamak

Dear : mamakku

ImageMak. Aku sangat merindukanmu, terasa berat setahun terakhir yang kulalui ini sungguh sangat berat. Disaat aku duduk dan berpikir wajahmu tergambar didalam benak ini. Aku sungguh ingin bertemu denganmu, tapi itu insya allah terjadi seminggu lagi setelah aku menyelesaikan ujianku. Tapi seminggu terakhir ini terasa begitu panjang. Aku dapat membayangkan disaat aku bisa bertemu dengan mu mak, akan kucium tanganmu yang keras dan kasar itu, dana kan kulakukan apapun yang engkau suruh untuk ku lakukan. Aku sangat merindukanmu mamakku.

Memang tanpak agak sedikit lebai perasaan ini tapi walaupun aku telah sering berada jauh darimu semenjak 2004 dulu tapi tahun ini adalah tahun dimana rasa rindu ini sudah semakin besar dan susah untuk dikendalikan lagi.

Mendengar suaramu melalui telpon membuat aku dapat menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bercerita tanpa tema denganmu. Mamakku, aku ingin sekali pulang sekarang ini, tapi aku juga harus memenuhi janjiku untuk menamatkan studi ini. Hanya liburan waktu yang sangat kunantikan untuk bisa bersamamu, bersama nenek, kakek dan seluruh keluarga yang ada disana. Aku terkadang berpikir untuk menghabiskan masa liburanku disini untuk bekerja dan mencari nafkah sebelum kegiatan belajar mengajar di bangku kuliah dimulai lagi, tapi walaupun aku tau akan sangat membosankan berada disana menghabiskan liburan tanpa kegiatan namun rasa rindu membuatku melakukannya dan mencari solusi lain untuk mencari kerja disana saja. Hal itu dulu kulakukan hanya karena aku tidak mau berada jauh darimu.

Mamak. Kutau engakau sangat merindukanku juga. Aku tau dan aku yakin itu. Dan jika ada yang bertanya kepadaku kenapa aku bisa mengetahui hal itu aku akan sangat bangga mengatakan kalau itu adalah kabar yang diberikan oleh bisikan hati seorang anak. Hubungan batin kita begitu kuat mak. Jika aku berada dalam keadaan sakit entah kenapa engkau selalu saja orang pertama yang menelponku dan bertanya kepadaku tentang keadaanku namun tak jarang aku menyembunyikan keadaanku sebenarnya darimu. Karena aku tidak ingin engkau mengkhawatirkanku mak.

Mamak. Mamak engkau adalah alasan dari semua yang kuperjuangkan disini. Engkau adalah salah satu alasanku kenapa aku masih bertahan disini setelah lama merasa down. Engkau adalah alasanku kenapa aku teru berjuang tanpa mau mengeluh. Engkau adalah alasanku untuk terus membuat diriku lebih baik, dan engkau adalah alasanku kenapa aku terus bangkit setelah terjatuh.

Engkau adalah segalannya bagiku.

Di.Mushala Cut Meutia Banda Aceh
15.05 WIB
STKIPBBG
MulyadiSyahputra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s