Perasaan bersalah itu adalah

ImagePerasaan bersalah adalah hukuman terbesar jika seseorang berbuat salah. letak hukuman tersebut selalu berada diakhir bagian dari sebuah cerita bahkan lebih akhir dari penyesalan itu sendiri. siklus hidup akan selalu seperti itu terus menerus tanpa ada perubahana. perputaran roda antara kebahagiaan, kemudian anda berbuat salah atau dipersalahkan, kemudian anda menyesal dan disetiap akhir cerita akan ada sebuah perasaan yang muncul yaitu perasaan bersalah.

perasaan ini dapat lebih ampuh sebagai senjata untuk membalaskan rasa sakit hati kita kepada siapapun. tak perlu kita balas dengan hal yang sama namun perasaan itu akan dengan sendirinya menggerogoti kehidupan mereka yang melakukan salah dalam kehidupannya. dalam menghadapi perasaan ini ada sebagian orang akan ikhlas menghadapinya dan menganggap ini merupakan jalan perbaikan yang diberikan sehingga tidak akan lagi terulang hal yang sama. namun sebagian orang lainnya akan merasa lelah dengan perasaan itu sehingga mereka akan terus melalukan hal yang sama hanya untuk sekedar mengesampingkan perasaan bersalah mereka dengan kesalahan yang lain.

kedua jenis orang-orang ini melakukan apa yang mereka pikirkan yang terbaik, tak ada salah dan yang benar dari salah satu mereka. yang berbeda antara mereka adalah seberapa lama perasaan bersalah itu terus menghantui mereka dan seberapa kuat mereka menghadapinya. Semakin kuat seseorang maka akan semakin lama dia mampu menahan rasa bersalah itu, namun meskipun sangat kuat seseorang itu jikalah tenggang waktu perasaan bersalah itu menyelimutinya maka akan semakin lemah jiwannya.

Disaat anda berbuat salah maka hal yang pertama yang anda lakukan adalah meminta maaf, Disaat anda berdosa maka hal yang pertama yang anda lakukan untuk memulai kehidupan yang baru adalah mengharapkan taubat dari Allah SWT. Namun diantara kata taubat dan meminta maaf ada satu perbedaan kecil namun sangat berpengaruh besar terhadap yaitu perasaann bersalah. Dalam taubat manusia akan Allah berikan kesempatan untuk memperbaiki diri tanpa ada Allah mengungkit satupun dari kesalahan yang lalu sehingga Manusia dapat melakukan hal yang baik tanpa ada perasaan bersalah yang akan menghantui setiap gerak geriknya. Namun jikalau maaf dari manusia, akan selalu ada waktu dimana dia mengungkit kesalahan yang lalu. Namun itu wajar karena kita manusia bukanlah Maha Pemaaf

Seketika seseorang melakukan salah dan meminta maaf dan dimaafkan. Mengungkit kesalahannya sedikit tidaknya akan membuat hati orang yang tersakiti merasa lega dan senang namun tidak dengan mereka yang mencoba untuk bangkit dari kesalahanya, mereka akan terjatuh lebih dalam dan memerlukan beberapa hari untuk bangkit kembali, dan ironisnya hal itu akan terjadi lagi sebelum sempat mereka berdiri tegap kembali. Namun apapun itu, kejadian ini adalah rutinitas kehidupan yang selalu akan terulang. Tak ada yang salah dalam hal ini.

Untuk mereka yang merasa bersalah. Kuatlah, dan jangan biarkan rasa bersalah yang terus menerus dilontarkan kepadamu membuat kamu jatuh dan tak kunjung bangkit kembali. Biarkanlah sementara mereka yang kau sakiti memilih jalan untuk menyenenangkan hati mereka dengan mengungkit kesalahanmu. Karena dengan itu engkau bisa merasa bahwa engkau sudah berbuat sesuatu untuk membuat keadaannya semakin membaik dari keterpurukan yang engkau buat sendiri.

kamar 07,51 WIB
TGl 1 November 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s