Senyum Setelah Mendengar Cita-Citaku!!

ImageDiwaktu kecil, ketika aku ditanya tentang cita-citaku maka aku akan dengan sigapnya menjawab menjadi tentara dimana dengan gagahnya membawa senjata kemana-kemana. Sehingga tidak akan ada yang berani  menganggu keluargaku. Kakek dan nenekku tersenyum saat itu. Apakah mereka tersenyum karena sudah tau kalau seiring berjalannya waktu aku akan segera merubah cita-cita itu atau ada hal lain yang timbul dipikiran mereka akupun tidak tau.

Ketika umurku bertambah, aku  mengganti cita-citaku dengan menjadi seorang dokter dengan alasan agar bisa mengobati nenek yang saat itu sakit selama beberapa tahun, namun kemudian nenek dan kakek kembali tersenyum kepadaku. Mungkin mereka sadar jikalau cita-citaku akan kembali berubah seiring bertambah mengertinya aku akan dunia.

Disaat aku memasuki kelas 4 SD, ketika guru bertanya tentang cita-citaku maka aku menjawab dengan nada sopan bahwa aku kelak ingin menjadi seorang guru yang disukai murid-muridnya. Dimana disaat sang guru sakit akan datang rombongan murid-murid yang menjenguknya sembari mengalunkan doa untuk kesembuhan sang guru. guru itupun tersenyum lebar kepadaku. Kurasa dia juga akan memastikan kalau aku akan merubah cita-citaku itu seiring bertambahnya usiaku nanti.

Disetiap tahun ketika orang bertanya kepadaku maka aku akan menjawab dengan jawaban berbeda-beda pula. Mulai dari menjadi Pilot, dokter, perawat, pegawai bank, presiden sampai menjadi bupati. Namun disetiap aku menjawab pertanyaan mereka yang bertanya selalu saja diakhir jawaban itu mereka tersenyum lebar. Serasa senyum itu mempunyai makna yang tak bisa didefenisikan olehku disaat itu. Aku selalu bertanya, kenapa orang dewasa selalu tersenyum setelah mendengar jawaban tersebut.

Aku memasuki perkuliahan dan mengambil jurusan keguruan yang nanti akan menjadi seorang guru. namun tetap saja ada yang bertanya kepadaku. Apa cita-citamu? Dan aku menjawab aku ingin menjadi guru. dan mereka yang lebih tua dariku masih tersenyum dengan jawaban itu.

Suatu saat aku bertanya tentang cita-cita seorang anak SDLB. Dengan bahasa isyarat aku bertanya kepada seorang anak tentang cita-citanya, kemudian dia menjawab ingin menjadi dokter. Kemudian aku tersenyum. Kurasa sekarang aku tau apa arti senyum dari orang-orang yang tersenyum kepadaku disaat dulu mereka bertanya tentang cita-citaku.

DikamarSendiri | Kehidupanku adalah Hidupku bukan hidupnya
10.02 AM | 16 Desember 2013
sambilTelean

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s