Kelemahan Demokrasi

demokrasiAduh kali ini mungkin sudah saatnya saya berbicara tentang politik hehe. sebetulnya tulisan ini diambil dari khutbah seorang ustad jum’at kemaren. saya mendengarkan khutbah itu dengan seksama. meskipun ini bukanlah inti dari khutbah itu. tapi ini adalah pesan yang paling saya tankap dan menurut saya paling berkesan. beliau mengutarakan kelemahan dari sistem pemilihan demokrasi yang mana setiap orang mempunyai satu hak pilih yang bisa digunakan untuk memilih siapa saja. siapapun mereka tanpa melihat latar belakang pendidikan dan sebagainya. seorang remaja mempunyai satu hak pilih, seorang guru juga memiliki satu hak pilih, seorang penjahat juga memiliki satu hak pilih, seorang pedagang juga memiliki satu hak pilih, begitu juga dengan mafia besar yang berkeliaran juga memiliki satu hak pilih, seorang ulama juga memiliki satu hak pilih, seorang pengusaha sukses memiliki satu hak pilih dan seorang pengangguran juga memiliki satu hak pilih. seorang pemimpin yang alim memiliki satu hak pilih seorang pemimpin yang zalim juga memiliki satu hak pilih.  dan begitu seterusnya.

secara kasat mata memang itu tampak adil dan begitu berpihak kepada rakyat kecil, tapi tidak seperti itu adanya. menurut khatib saat itu. bukankah seseorang memilih akan mementingkan kepentingannya sendiri. serang pengusaha akan memilih orang yang dipercaya mampu untuk mengingkatkan perekonomian masyarakat sehingga daya beli masyarakat akan meningkat, seorang guru juga akan memilih orang yang dia percaya mampu meningkatkan mutu pendidikan, seorang ayah akan memilih wakil rakyat ataupun pemimpin yang mampu menopang kewajibannya sebagai seorang ayah baik banyak atau sedikitnya efek dari pemilihan itu. dan begitu juga dengan penjahat, mereka akan memilih orang yang dia harap dengan terpilihnya orang itu mampu memberikannya rasa aman, seorang yang mempunyai kepentingan pribadi seperti adanya iming-iming harta akan memilih wakil ataupun pemimpinnya yang mampu menjanjikan itu semua. trus dimana letak tragisnya.

begini. bukankah ini adalah akhir zaman dimana ketakwaan kepada Allah yang menjadi tolak ukur dan derajat manusia itu sudah susah untuk didapatkan. hanya segelintir mereka yang masih berpegang teguh kepada agama yang kaffah di muka bumi ini terkusus di ngeri ini. terus bukankah mereka yang tidak memegang teguh agama akan mempunyai misi masing-masing dalam pemilihan pemimpin ataupun wakil mereka. pasti jawabannya ia. terus bagaimana juga seharusnya?

islam memangdang seseorang dari ketakwaannya kepada Allah swt. tolak ukur ini yang akan menjadi tolak ukur juga bagi seseorang untuk menentukan kelayakannya untuk memimpin sebuah bangsa. sehingga pendapat mereka yang mengerti dan mengamalkan agama akan dipandang lebih layak untuk dikerjakan. Islam lebih memilih kesamaan visi dan misi dari pada mementingkan kepentingan setiap orang, karena jika jutaan orang disebuah negara yang mempunyai latar belakang dan watak yang berbeda ingin  mengejar kepentingan masing-masing maka mustahil bagi seorang manusia untuk mewujudkannya. namun jika dalam konsep islam setiap orang mempunyai tujuan yang sama yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi Larangannya.

begitulah demokrasi dan kelemahannya

yang khatib katakan seperti ini : “Dalam demokrasi setiap orang mempunyai hak suara yang sama, namun dalam islam tidak begitu, orang yang mempunyai hak lebih dalam menentukan pemimpin.”

wallahu a’lam bissawab

Di RumohKUphi. 00.02.
LAGI SUNTUK TUK TUK TUK

2 thoughts on “Kelemahan Demokrasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s