Takaran Cinta adalah Cinta Orang Tua

Takaran Cinta adalah Cinta Seorang Ibu

Takaran Cinta adalah Cinta Seorang Ibu

Sering mereka berbicara masalah cinta. begitu juga dengan saya. sekitar tiga postingan dari blog ini saja berbicara tentang cinta. terkadang kita terlalu sempit memaknai cinta dan bodonya aku baru sadar saat ini sehingga pandangan ini sudah semakin luas sehingga rasanya perlu untuk menulis kembali tentang hal ini. cinta kali ini akan kita bahas menggunakan perbandingan dari cinta yang sejati yang ada di dunia ini. yaitu cinta orang tua kepada anaknya atau mungkin cinta anak kepada orang tuanya. kenapa cinta ini kita jadikan contoh?. karena jika setiap cinta yang ada di bumi ini setara atau hampir menyamai cinta orang tua kepada anaknya saja, maka kalian akan sangat bahagia dibuatnya dan sangat nyaman terasa. hampir semua kita pernah merasakan kasih sayang orang tua walaupun ada dari kita sebagian yang tidak merasakan kasih sayang orang tua secara lengkap atau tidak sama sekali. namun meskipun kita tidak berjumpa dengan salah satu orang tua kita atau keduanya. saya yakin kita bisa merasakan kasih sayang mereka dengan cara yang lain. dan saya sudah membuktikan itu.

mari kita mulai tulisan ini dengan menyebutkan beberapa kriteria kasih sayang orang tua kepada anaknya terutama ibu (Semoga Allah Meninggikan Derajat Ibuku di Mata-Nya). cinta ibu adalah representasi dari cinta Allah kepada Makhluknya. inilah ciri-ciri cinta ibu yang harus menjadi patokan dari setiap cinta yang ada di bumi ini.

  1. Cinta seorang ibu adalah cinta aktif.

mungkin terkadang terlepas dari perhatian kita. seorang ibu ketika melahirkan kita akan merasa sangat senang disaat melihat kita hadir dibumi meskipun dia tidak yakin apakah kita akan membahagikan beliau atau tidak. itulah cinta yang harus menjadi patokan dari setiap cinta yang ada di muka bumi ini, baik itu cinta antar sahabat kepada sahabat yang lainnya, cinta seorang pasangan dengan suami atau istrinya, cinta dari seorang guru kepada muridnya, cinta seorang tetangga dengan tetangga yang lainnya. seorang ibu tidak pernah berpikir panjang tentang kehadiran kita. artinya sejak dari awal perjumpaan kita dengan seorang ibu, beliau tidak pernah meminta sesuatu untuk dirinya, dia tidak meminta kebahagiaan dari kita, dia tidak meminta penghidupan dari kita melainkan dia akan bahagia dengan bertambahnya beban dia untuk mengurus kita sampai kita besar nanti. bukankah itu sulit ditemukan di cinta cinta yang ada di muka bumi ini. lihatlah, seorang suami akan meminta diperhatikan oleh sang istri, istri juga meminta diberikan nafkah lahir batin yang cukup, seorang teman juga akan meminta dibantu oleh temannya yang lain, seorang tetangga akan menuntut perlakukan baik dari tetangganya.jarang kita dapati mereka yang ikhlas mencintai tanpa harus mengharapkan cinta yang sama pula diberikan kepadanya.

  1. cinta seorang ibu adalah cinta tanpa batas.

banyak pribahasa yang ingin mengungkapkan bahwa cinta seorang ibu adalah cinta tanpa batas.lihatlah seorang ibu yang akan terus mencintai anaknya yang sudah beranjak dewasa, meskipun anak tersebut sering melukai hatinya. cinta seorang ibu juga akan selalu bertahan meskipun tubuh si ibu tidak kuat lagi, meskipun kondisi tidak seperti yang diharapkan lagi namun seorang ibu akan terus konsisten memberikan cinta yang terus mengalir tanpa henti kepada anaknya. seorang ibu akan memberikan banyak cinta disaat cinta yang ia dapatkan banyak, seorang ibu juga akan memberikan banyak cinta disaat cinta yang dia dapatkan semakin sedikit. bahkan seorang ibu juga akan terus memberikan cinta yAng banyak meskipun dia tidak mendapatkan cinta lagi. bayangkan betapa indahnya cinta mereka yang akan terus berdoa tanpa henti kepada kita anaknya. saya pernah mengalami betapa cinta seorang ibu melebihi tanpa batas. saat itu saya menyucurkan air mata betapa durhakanya kita sebagai seorang anak. sudah biasa selesai shalat saya berdoa dan saat itu setiap doa saya mengarah kepada kebahagiaan saya dan masa depan saya, karena begitu banyak doa yang saya utarakan bahkan saya lupa mendoakan orang tua saya. namun dihari yang lain ketika saya melihat ibu saya sedang sibuk mempersiapkan persiapan lebaran (karena saya pulang kampung sewaktu bulan puasa) dia mengambil air wuduk kemudian dengan agak tergesa dia menghamparkan sejadah dan shalat di sore itu. setelah ibu saya (semoga Allah menjaga beliau) selesai shalat, kemudian dia mengadahkan tangannya dan berdoa. hanya dalam selang 8 detik kemudian dia mengusap tangannya ke mukanya bertanda bahwa doannya sudah selesai. saat itu dia agak tergesa-gesa karena kue-kue yang sedang dimasak tidak bisa ditinggal lama. saat itu saya yang sedang membantu ibu bertanya kepadanya “Wah cepat kali ya mak!, gigi empat doanya!” sambil tersenyum saya bercanda dengan ibu yang saya panggil mamak itu. “takut gosong ni di. kamu pun disuruh kamu bilang ga tau cara ngambilnya” dengan logat bahasa Gayo dia menjawab gurauan itu. kemudia aku bertanya “mang doa apa yang sempat secepat itu mak?”. “tapi katanya kamu pingin sambung kuliah. ya mamak doa itu lah, kan cukup tu waktunya”. berdetak lebih cepat waktu itu detak jantungku. betapa aku yang punya waktu dalam berdoa tapi lupa menyelipkan namanya dalam doaku, tapi beliau dalam sempit masih sempat berdoa untukku walau dia tidak punya waktu untuk berdoa untuk dirinya sendiri.

jika anda mendapatkan cinta yang seperti itu selain dari pada ibu anda, maka saran saya jangan sekali-kali lepaskan dia. karena dia itu hanya diciptakan satu diantara sepuluh milyar manusia di bumi ini.

masih banyak gambaran cinta seorang ibu yang perlu ditiru dari setiap cinta yang ada di bumi ini. sayangi ibu anda semasih ada, doakan jika sudah tidak bersama anda karena yakinlah jika sekiranya anda mendahului ibu anda untuk menghadap ilahi, maka dia tidak akan pernah berhenti berdoa untuk anda bahkan walaupun sekejap. jika anda mempunyai seseorang untuk dicintai, jadikan cinta anda adalah gambaran cinta seorang ibu kepada anaknya. jika seseorang mencintai anda seperti layaknya cinta seorang ibu kepada anda maka jangan lepaskan dia, biarkan dia terus menjadi orang terdekat dengan anda.

Darussalam, 10.23
02.Oktober.2014
Rindu kepada Orang Tua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s