Pesan dari Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk.

Pesan Tenggelamnya Kapal Van Der WijkSiapa yang tidak tau buku masyhur karya Hamka yang sudah diangkat ke layar lebar setahun yang lalu. Beberapa bulan setelah launching buku ini menuai banyak sekali pujian dan akhirnya buku ini diangkat keadalam sebuah film yang diperankan oleh Pevita Pearce dan Herjunot Ali. Novel yang luar biasa itu baru bisa saya baca setelah saya melihat betapa menyentuh hati film yang ditayangkan yang saya tonton saat itu.

Setelah setahun setelah itu, aku baru berkesempatan untuk melihat kembali film TKVDW itu, dan sama seperti tahun yang lalu, perasaan haru tetap saja saya rasakan disaat menontonya untuk kedua kalinya. Hemmm memang pesona film ini tak pudar ditelan zaman. Saya rasa tidak terlalu berlebihan jika saya menggambarkan film ini sebagai film romatis Indonesia yang paling menyentuh bagi saya. Bukan hanya karena acting pemain yang sangat memukau itu, tapi juga rentetan kata dan kutipan buya Hamka yang sarat makna nan klasik itu sangatlah membuatku hanyut dalam suasana cerita cinta Zainuddin dan Hayati itu.

Dan sekarang saya ingin menuliskan setidaknya ada beberapa nasehat yang bisa saya dapatkan bagi 4 kelompok orang di dunia ini. Ini hanyalah hemat dan pemikiran saya setelah menonton film tersebut untuk kedua kalinya.

Nasehat pertama yang saya dapatkan dari film ini adalah nasehat bagi kaum laki-laki yang sudah mempunyai calon bagi teman hidupnya. Cerita dalam karya Buya Hamka ini mengajarkan kita supaya berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidup. Didalam cerita nasehat ini bisa didapatkan bahwa dalamnya cinta Zainuddin dan Hayati sekalipun tidak bisa menyatukan mereka hanya karena kekhawatiran Hayati akan kehidupan yang akan mereka lalui tanpa kemewahan harta jika mereka bersama. Ini bukti bahwa memang dalam hidup ini Harta bukanlah segala-gala nya. Tapi itu merupakan salah satu kekhawatiran dari perempuan dalam menjalani hidup. Jadi jika anda tidak menginginkan calon teman hidup anda meragukan anda dan pergi berpaling kepada orang yang lebih berkecukupan secara materil, maka teruslah berusaha sekuat mungkin untuk menjadikan anda juga mapan dan berkecukupan untuk menopang cinta yang anda miliki.

Adapun nasehat kedua yang saya dapatkan dari film ini saya lihat dari adegan dimana Zainuddin begitu terpuruk karena ditinggalkan oleh Hayati yang memilih untuk hidup bersama orang lain yang lebih mapan hidupnya dan lebih jelas suku dan adatnya. Namun saat itu zainuddin mampu bangkit dan kembali memulai hidup baru dengan motivasi yang kuat dari runtuhnya cinta mereka. Ini adalah nasehat yang sangat tepat bagi mereka yang ditinggalkan pasanganya. Ditinggalkan oleh orang yang menurut kita adalah pasangan kita kelak bukanlah hal mudah. Tapi itu juga bukan berarti akan menjadi akhir dari dunia kita. Kita harus mampu untuk bangkit menggunakan segala cara sehingga pada akhirnya nanti orang yang meninggalkan kita akan sadar bahwa jalan yang dia tempuh saat dimana dia meninggalkan kita adalah jalan yang salah. Ini bukanlah wujud balas dendam  bagi mereka yang menyakiti kita. Tapi ini adalah wujud pembuktian diri bahwa kita juga layak untuk tidak ditinggalkan pada saat itu. Jika anda ditinggalkan jadikan itu motivasi anda untuk lebih memajukan diri “sehingga dia berada di puncak yang tinggi, dan wanita itu mengnadah dari bawah”. Itu adalah kutipan nasehat Muluk sahabat Zainuddin saat itu.

Nasehat yang ketiga di peruntukkan bagi mereka yang ingin menjalani bahtera keluarga. Janganlah memilih pasangan anda hanya dengan takaran seberapa banyak hartanya dan seberapa terhormat keturunan dan sukunya. Bukankah sudah jelas bahwa rasa kasih sayang yang paling penting dalam hidup ini. Hal ini disampaikan film itu melalui kisah Hayati yang memilih untuk menjalani hidup dengan orang yang lebih dari segi materil walaupun ada sedikit unsur keterpaksaan dari Keluarga, tapi tidak juga bahagia karena harta dan kekayaan akan hilang sedangkan adat dan keturunan tidak selamanya menjadi ukuran baik atau buruknya seseorang. Ya betul memang masa depan akan tampak lebih indah jika calon pasangan hidup anda bergelimang harta dan penuh dengan kemewahan. Tapi jika cinta itu tidak ada maka “jangan pernah terlintas dalam hatimu bahwa di dunia ada satu bahagia yang melebihi bahagia cinta” itulah nasehat Zainuddin kepada Haryati sebelum dia menjalani bahtera kehidupan. Namun saat itu Haryati mengelakkan nasehat itu.

Cukup itu saja nasehat yang saya tuliskan dari film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk itu. Banyak sekali nasehat yang bisa dipetik dari film ini tapi rasanya cukup tiga ini saja dituliskan dalam blog ini. Pembelajaran hidup ini sangatlah berguna dan penulis berharap semoga sedikit tidaknya tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

20.32 || Sabtu Malam
Di Kamar Tercinta setelah selesai menonton TKVDW
semoga Bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s