Kunamakan sifat ini dengan “Sombong Lupa Diri”

99336631Malam ini saya akan menuliskan tentang suatu hal yang sering kita lupa dalam hidup ini. Hal itu sering sekali terjadi dalam hidup kita dimana kita merasa lebih dibandingkan orang lain disekitar kita. Memang kita tidak menunjukkan hal itu kepada orang lain. Tapi perasaan seperti itu kerap saja muncul tanpa kita sadari bawah kita sedang merasakan hal tersebut. Itulah yang ingin saya tuliskan kali ini. Perasaan dimana anda lupa bahwa anda sedang menyombongkan diri.

Sombong itu adalah tindakan aktif dengan cara menunjukkan kemampuan dan keberuntungan kepada orang lain dengan tujuan untuk dapat pujian dan decak kagum dari orang disekelilingmu. Sejatinya orang yang menyombongkan diri itu dengan mudah dapat dikenali oleh orang lain dari tindakan dan perkataan yang dia lakukan. Namun yang kita bahas kali ini bahkan lebih berbahaya dari perasaan sombong itu sendiri.

Sombong yang saya maksud disini bukanlah perkataan yang membangga-banggakan diri, atau bukan juga pekerjaan yang dengan sengaja dilakukan guna untuk mendapat pujian orang lain, tapi sombong yang kali ini adalah perasaan. Dia bermain dalam hati. Karena sombong ini belum ada nama anggap saja nama dari jenis kesombongan ini adalah “Lupa Diri”. Apa yang membuat sombong lupa diri ini perlu diwaspadai?, dan kenapa hal ini lebih parah dan berbahaya dibandingkan sombong itu sendiri?.

Sombong lupa diri ini sering sekali terlintas dalam hati kita disaat kita sendiri lupa bahwa kita sedang menyombongkan diri. Kita suka disaat keberhasilan kita dipuji, kita juga senang saat orang membicarakan kita, atau bahkan disaat kita hanya bersikap biasa tanpa ada rasa ingin mendengar orang membicarakan dan berdecak kagum terhadap kita tapi disudut kecil hati kita ada setitik rasa yang memaksa kita bertindak seolah paling tau diantara orang lain.

Kenapa kita harus merasakan perasaan senang disaat keberhasilan kita di puji?. Lupakah kita bahwa keberhasilan kita itu hanya anugrah yang diberikan Allah kepada kita disaat tertentu. Lupakah kita bahwa ada milyaran orang diluar sana yang juga Allah berikan keberhasilan yang sama bahkan lebih dibandingkan kita. Jadi kenapa kita harus merasakan bangga kepada diri kita. Jika kita tau dan selalu mengingat bahwa semua yang kita dapatkan hanyalah semu belaka yang berartinya apa yang kita capai dapat dengan mudah Allah ambil kembali dalam hitungan detik, apa yang mampu kita banggakan dalam diri kita. Siapapun yang membaca tulisan ini, berikan kepadaku satu contoh keberhasilan yang pernah anda dapatkan tanpa ada campur tangan Allah didalamnya. Jika anda tidak mampu memberikan contoh itu, maka jangan lah sesekali anda merasa bangga dengan pencapaian yang anda dapatkan.

Kenapa kita harus merasakan bahwa kita lebih dibandingkan orang lain hanya dengan banyaknya keberhasilan yang kita dapatkan?. Lupakah kita bahwa kemampuan kita hanya sebutir debu diantara gurun berpasir? Lupakah kita bahwa apapun yang membuat kita merasa lebih dibandingkan orang lain tidak membuktikan apa-apa bahwa kita lebih dibandingkan orang lain. Mungkin kita memiliki satu kelebihan tapi kita juga pasti mempunyai satu kekurangan yang mungkin kita lupa. Disaat orang memandang kita dari kelebihan kita berarti dia menyadari kekuranganya. Mereka akan lebih sadar apa yang perlu mereka perjuangkan dan usahakan. Bandingkan saja dengan kita yang dipandang mempunyai kelebihan dan kita juga merasakan bahwa kita lebih dibanding orang yang memuji kita, bukankah kita lebih hina dari mereka. Meskipun mereka mempunyai kekurangan dibandingkan kita disatu sisi, tapi mereka masih menyadari kekurangannya. Sedangkan kita, kita terus hanyut dalam ombak pujian dan merasa bahwa kita adalah orang tertinggi padahal kita juga mempunyai kekurangan yang luar biasa banyaknya yang sayangnya kita sendiri tidak tau kekurangkan kita itu. Tidak ada alasan apapun untuk membuat perasaan lebih dibandingkan orang lain itu bisa ditolerir. Kita mestilah bersikap tawadhuk, apapun kondisianya.

Kenapa kita harus senang di puji? Lupakah kita bahwa itu pada hakikatnya hanyalah sifat yang sangat mendasar dalam manusia yaitu “sifat ingin dihargai”. Tidak pantas kita membesar-besarkan sifat itu dengan menjadikannya “sifat ingin di puji”. Karena pujian terhadap manusia hanyalah pesan semu yang tidak benar-benar. Apa yang pantas dipuji orang dari diri kita?. Harta?. Harta itu titipan Allah kepada kita yang pada akhirnya akan diminta pertanggung jawaban kita. Kepintaran?. Kepintaran itu hanya anugrah dari Allah swt. Tidak ada orang yang membuat kepintaranya sendiri berkembang tanpa izin Allah. Keturunan?. Sangat jelas bahwa keturunan itu tidak bisa kita kontrol. Kenapa keturuan kita lebih dipandang? Itu hanya karena Allah memilih kita untuk menjadi bagian dari keluarga terpandang itu. Jadi kenapa kita mesti senang mendapat pujian. Pujian itu hanya membutakan kita dari kekurangan kita yang besar. Tak ada manusia yang pantas di puji. Hanya Allah satu-satunya yang pantas di puja dan di puji. Adakah yang mampu menyaingin Allah sehingga merasa sama derajatnya dengan Allah untuk dipuji?. Jika tidak, jauhilah itu.

Ini saja tulisan kali ini, karena menurut saya ini penting untuk diverbalkan sehingga bisa dibaca oleh orang lain. Jauhilah sifat yang sangat berbahaya ini. Semoga kita menjadi orang-orang yang thawadu’. Amin

Ditulis di Malam Rabu 6 Januari 2015
Di Kamar Kontrakan. Darussalam
19.28 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s