Siklus Mood dalam Hidup

unduhanSetiap orang mempunyai mood yang berubah ubah. Itu bukanlah sesuatu yang baru. Hampir setiap orang sudah menyadari akan hal itu. Hal dimana anda  akan merasa sangat bersemangat melakukan sesuatu kemudian anda  merasakan bosan dalam menjalaninya dan pada akhirnya anda  tiba-tiba bersemangat lagi untuk menjalankannya. Dan hal itu terus menerus akan berlangsung bagaikan roda yang terus berputar tanpa henti.

Dalam belajar contohnya. Bagi yang masih sudah merasakan pendidikan pastinya sangat memahami siklus ini, siklus dimana anda  merasa sangat antusias dalam belajar. Ilmu akan sangat mudah anda  dapatkan saat itu, waktu yang anda  habiskan dalam belajar tidak terasa dikala itu, uang yang anda  habiskan tak pernah anda  hitung dimasa itu, dan kekuatan dan tenaga yang anda  keluarkan tak pernah anda  keluhkan pada masa itu. Hal itu biasanya terjadi dimasa-masa pertama anda  memasuki suatu jenjang pendidikan. Kemudian dalam beberapa waktu yang tidak pasti anda  tiba-tiba merasa bosan dan letih sehingga semuanya akan terasa terbalik 180 derajat. Ilmu yang anda  dapat susah sekali melekat dalam hati, waktu yang anda  gunakan terasa sia-sia, uang yang dihabiskan akan terasa sangat rugi, tenaga yang anda  gunakan juga akan terasa cepat terkuras dan pada masa-masa ini adalah waktu dimana anda  membutuhkan istirahat dari pekerjaan itu. Hal ini bisa berlangsung lama dan juga bisa berlalu dalam waktu yang singkat. Kemudian anda  akan merasa bersemangat kembali dan kemudian merasa bosan lagi. Itu akan terus berlanjut tanpa henti.

Itu adalah contoh dimana segala sesuatu itu akan berubah. Pertanyaan yang akan timbul di benak anda  saat ini mungkin adalah “jadi, karena itu lumrah untuk apa dibahas?”. Memang pada sebagian kondisi keadaan ini tidak perlu dikhawatirkan dan tidak perlu diperbincangkan, karena memang tidak ada efek yang beresiko dalam proses ini. Semangat, bosan, kemudian semangat kembali, lelah kembali semangat kembali itu akan terus berganti. Namun jika hal itu terjadi dalam sebuah hubungan (Pertemanan, Pacaran, Pernikahan, Pekerjaan, Keluarga) apapun yang melibatkan kontak antar manusia yang satu dan manusia yang lain yang saling membutuhkan kepercayaan dan kepedulian, maka akan ada timbul satu permasalah yang pada dasarnya bukanlah masalah yang besar.

Aku akan memberikan sebuah analogi yang mungkin bisa membenarkan pendapatku ini. Anggap aku adalah seorang suami yang mempunyai seorang istri yang sangat rupawan dan baik. Namun layaknya manusia yang lain kami selalu berubah. Di awal pernikahan kami akan saling memperhatikan, saling mencintai, saling berbagi dan saling melengkapi layaknya keluarga sempurnya yang dibayangkan orang-orang. Kemudian mood aku mulai berkurang, aku jarang memperhatikan nya namun dia masih terus memperhatikanku, aku jarang berbagi cerita dengannya sedangkan dia masih terus menungguku untuk bercerita dan saling berbagi hal itu berlangsung sangat lama sampai akhirnya tiba istriku akan bosan dengan tingkahku dan aku akan sangat merasa sedih karena tidak diperhatikan seperti sebelumnya, tidak sebahagia sebelumnya. Dan akan sulit untuk mendapatkan waktu dimana kedua sisi akan merasakan rasa yang sama kembali.

Hal itu mungkin juga pernah anda  rasakan. Itu hanya sekedar contoh dari perseteruan keluarga di buku-buku yang sering ku baca. Ya hanya hipotesis yang diambil dari bacaan itu memang tidak terjamin kebenaranya. Namun ini hanya hipotesis dan kesimpulan yang bisa kuambil. Analogi diatas bisa disamakan dengan kondisi anda .

Yang ingin aku sampaikan sebetulnya sangatlah sedikit. Aku hanya berharap saya, anda  dan semua orang mengerti akan siklus ini sehingg

a kita bisa introspeksi diri disaat berada dalam kondisi apapun mood kita dalam menjalani kehidupan apapun. Jangan mementingkan diri sendiri, rasakan apa yang anda rasakan dan coba lihat apa yang orang lain rasakan juga dengan perlakukan anda.

Darussalam 22.25
15 Januari 2015
No Coment

2 thoughts on “Siklus Mood dalam Hidup

  1. Saya paling moody-an. Sering mikir juga gimana nanti kalau udah punya rumah tangga sendiri. Semoga diberi istri yg sabar dan pengertian. Dan tentunya saya juga harus belajar agar ga jadi penuntut buat dimengerti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s