Label Manusia

labelsSetiap manusia itu mempunyai hak yang sama untuk hidup dan memiliki tempat tinggal di muka bumi ini. sebelum saya menjelaskan apa yang hendak saya tuliskan disini. Saya ingin memulainya dengan sebuah pertanyaan sederhana.

Ada seorang yang senang dan gemar melakukan kejahatan dan menyebarkan kebencian. Dia dengan sangat mudah bisa menyakiti orang lain dan juga tanpa segan dapat melukai hati orang lain. Pertanyaan saya. Siapakah dia dan darimanakah dia berasal?

Sebagian dari anda mungkin akan menebak jawabannya, sebagian dari anda akan berpikir keras untuk mendapatkan jawabannya. Jika dari anda ada yang menebak bahwa orang yang saya maksud didalam pertanyaan saya adalah orang Amerika, India, Indonesia, Korea, Irlandia, Swedia, Maroco, Turki, Arab Saudi, Malaysia maka semua jawaban anda salah. Jika dari anda ada yang menjawab orang yang saya maksud didalam pertanyaan diatas adalah orang keturunan Cina, Arab, Kulit Hitam, Kulit Putih, Suku Jawa, Suku Melayu, Suku Batak atau suku-suku lainnya di dunia ini maka jawaban anda masih salah. Jadi siapakah orang yang jahat yang saya maksud dalam pertanyaan saya tersebut.

Pertanyaan diatas sebenarnya tidak bisa dijawab hanya dengan menyebut label identitas yang manusia berikan. Karena label yang diberikan oleh manusia hanya berdasarkan warna kulit, tempat tinggal, keturunan atau bahkan kelompok yang dengan sengaja dibuat oleh manusia. Label dan pengkatagorian tersebut tidak bisa menunjukkan apakah seseorang tersebut baik atau buruk, layak berada di tempat tertentu atau tidak layak, layak dibantu atau tidak layak dibantu.

Inilah kesalahan yang tidak disadari oleh manusia itu sendiri. Kita selalu saja membeda-bedakan manusia melalui label yang diberikan oleh manusia itu sendiri sedangkan kita sendiri tidak bisa memastikan apakah salah satu label tersebut baik atau buruk. Pertanyaan yang timbul dalam hal ini adalah. Kenapa semua ini harus dipermasalahkan apa efek buruknya pelabelan ini?

Saya akan menjawab pertanyaan itu dengan kejadian yang terjadi saat ini. saya rasa anda tahu siapakah Muslim Rohingya itu. Mereka adalah etnis Rohingnya yang beragama Muslim yang berada dan menetap setelah sekian lama di Myanmar.  Saat ini mereka adalah salah satu-satunya kelompok manusia yang tidak mempunyai hak untuk mengijak daratan di muka bumi ini. mereka di bantai dan di bunuh di negara mereka sendiri karena menurut Myanmar sendiri mereka bukanlah salah satu dari warga mereka yang mereka akui. Dikarenakan pembantaian yang tiada henti itu mereka memutuskan untuk meninggalkan myanmar dengan perahu nelayan kecil tanpa tau daratan mana yang mereka tuju. Mereka terobang ambing di lautan karena hanya lautan lepas yang aman mereka tempati saat ini. disaat mereka mengharapkan bantuan dan kasih sayang dari Malaysia, Bangladesh dan beberapa negara lain termasuk Indonesia setiap negara menolak untuk membantunya hanya karena alasan untuk melindungi identitas penduduk asli negara tersebut. Bukankah anda merasakan bahwa kita bukanlah manusia lagi melainkan setan yang berkulit dan bernafas yang rela melihat saudara kita mati ditengah samudera tanpa makanan dan perlindungan itu. Apa penyebab semua ini terjadi? Semua ini terjadi karena Nasionalisme dan Identitas yang kita banggakan selama ini. Kita tidak menyadari bahwa semua itu adalah produk Moderenisasi dibuat oleh manusia.

Rasulullah pada ribuan tahun lalu sudah menegaskan bahwa kita tidaklah harus membeda-bedakan orang dalam ras, suku, warna kulit, bangsa dll namun yang membedakan manusia itu hanyalah ketakwaan nya. Jangalah hati kita dibutakan oleh system yang dibuat oleh manusia. Ingatlah semua kita mempunyai hak yang sama. Tidak ada alasan yang bisa membenarkan diri kita untuk membiarkan manusia lain mati.

Saya terkesan dengan reaksi Aceh yang dengan tangan terbuka menerima mereka sebagai saudara disaat orang-orang di negara diseluruh bumi ini menolak mereka. Alhamdulillah, adat dan kepercayaan Agama masih mampu membuka mata hati orang-orang Aceh untuk saling membantu sesama. Saya senang bercampur sedih disaat melihat anak-anak muda dalam beberapa gabungan organisasi mengumpulkan dana dari masyarakat untuk membantu muslim Rohingya yang sudah berada di Aceh, Poster-poster yang di tempel di area Kampus dan jalan sebagai langkah distribusi bantuan untuk saudara Rohingya. Namun saya juga sedih, kenapa tindakan ini tidak direalisasikan oleh Negara-negara yang ada di Asean atau bahkan Dunia. Bayangkan jika Semua negara saling membantu layaknya rakyat Aceh yang saling membahu untuk membantu mereka. Maka tidak akan ada lagi mereka yang mati kelaparan di tengah lautan.

Wassalam
ONE_FOR_ALL (tentang ROHINGYA)
22.38 (Minggu, 17 Mei 2015)
Disaat Rakyat Aceh Saling membantu untuk Muslim Rohingnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s