Pemuda

pemuda-remajaPemuda. Jika disebutkan kata-kata pemuda maka yang ada di pikiran anda pastilah sesosok manusia yang gagah dan tangguh dalam menghadapi masalah yang dia hadapi. Mereka berjuang untuk kehidupan mereka atau pun untuk kelompok mereka, mereka adalah orang-orang yang peduli dengan sesama dan peduli dengan kepentingannya juga. Jika digambarkan secara sekilas, ya begitulah seorang pemuda yang ideal. Namun tidak sedikit kita temui pemuda yang rasanya tidak bahkan jauh berbeda dari semua yang diutarakan diatas tadi. Sebagian pemuda berleha-leha, mereka menghabiskan waktu mereka seolah teori “aji mumpung” itu di khususkan bagi mereka. Pemuda sekarang sering terjerumus dalam kesenangan sesaat sehingga melupakan mimpi-mimpi mereka. Terbawa dalam arus kehidupan yang mengarah ke daerah entah berantah. Itulah gambaran pemuda sering kita dapati dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaannya. Kenapa teori dan definisi pemuda yang kita dapati dari buku dan paradigma orang-orang hebat sangat berbeda dengan fakta yang sekarang kita dapati di lapangan?, apa penyebabnya?.

Pertanyaan di atas sebenarnya terdiri dari tiga pertanyaan yang berbeda. 1. Kenapa definisi pemuda begitu ‘wooowwww’? 2. Kenapa definisi itu sekarang sangat berbeda? 3. Apa penyebab pemuda dalam realita itu tampak begitu bobrok. Semua pertanyaan ini akan saya jawab satu persatu menurut hemat dan opini saya. Saya tau saya adalah bagian dari pemuda itu, bahkan mungkin saya adalah bagian dari pemuda yang ada dalam realita. Tapi intinya adalah, saya hanya ingin mengutarakan opini, pendapat yang mana kebenarannya belum bisa dipastikan.

1. Kenapa definisi pemuda sekarang ini begitu hebat.

Mungkin pembaca pernah mengetahui. Beberapa tahun yang silam bapak Soekarno pernah menggambarkan pemuda dengan gambaran yang luar biasa “berikan aku sepuluh pemuda, dan akan aku goncangkan dunia”. Lihat saja betapa hebatnya para pemuda dalam gambaran Ir. Soekarno ini. Mereka seperti orang yang penuh dengan visi dan kepedulian dengan tingkat intelektual diatas kapasitas manusia. Apakah itu salah? Tidak. Memang itu adalah kebenaran yang ada. Saat itu peran pemuda dalam kehidupan berbangsa sangatlah besar. Pemuda menjadi ujung tombak kepemimpinan saat itu. Mulai dari perjuangan mengusir penjajah, perjuangan untuk memproklamirkan kemerdekaan, bahkan sejarah yang tidak akan pernah dilupakan oleh bangsa Indonesia yaitu jatuhnya rezim Soeharto juga di plopori oleh pemuda. Saat itu pemuda sangat peduli dengan sesama. Pemuda tidak bisa dibeli oleh uang dengan jumlah berapa pun. Saat itu pemuda sadar betul bahwa keberadaan mereka sangat dibutuhkan dalam negara. Jika kita ingin melihat dalam ruang lingkup lebih besar dari Indonesia. Lihat saja dunia saat ini. Anak muda menjadi pencipta inovasi baru sehingga dunia kita berada dalam keadaan yang sangat canggih. Robot-robot diciptakan oleh penemu muda, industri perdagangan juga banyak di plopori oleh pemuda, bahkan inovasi dalam berkomunikasi juga di gerakkan oleh pemuda. Itulah yang menyebabkan definisi pemuda begitu sangat luar biasa dalam setiap kamus di negara mana pun saat ini. Namun sangat disayangkan. Pemuda yang digambarkan oleh soekarno dan tokoh-tokoh dunia yang lainnya sudah jarang ditemukan di Indonesia.

2. Kenapa definisi itu berbeda dengan realita sekarang?

Memang banyak pemuda Indonesia yang mempunyai talenta dan bahkan melakukan sesuatu layaknya pemuda sejati. Namun tidak sedikit juga pemuda yang larut dalam kemegahan. Pemuda yang seperti ini akan cinderung lebih komsumtif karena mereka akan terus mengikuti gaya hidup dan kemauannya. Bukankah jika kita mengikuti gaya hidup tidak akan pernah ada ujungnya? Bukankah jika kita mengikuti kemauan kita maka itu tidak akan ada batasnya?. Inilah yang banyak menjangkit pemuda kita saat ini. Kita terlalu berleha-leha dalam segala hal sehingga cita-cita kita yang seharusnya bisa setinggi langit akhirnya kandas hanya setinggi genteng rumah. Pernahkah anda mendengar sekilas beberapa orang mengatakan “mumpung masih muda”. Kata-kata ini merupakan gambaran pemuda kita saat ini dimana kita lebih melihat masa muda sebagai kesempatan untuk beristirahat sehingga nanti kita akan memulai usaha kita ketika kita sudah beranjak menua. Padahal kata-kata ini salah besar jika kita memaknai dengan makna yang sebenarnya. Pemuda adalah langkah awal untuk memulai hidup yang lebih baik. Jika dimasa muda kita berleha-leha maka diwaktu tua kita akan kesulitan untuk memulainya. Secara logika mana yang lebih sulit, memulai atau meneruskan? Tentu jawaban anda memulai. Jadi kenapa kita harus memulai sesuatu yang sulit disaat energi kita sudah berkurang. Bukankah lebih baik kita memulai sekarang disaat kita masih kuat dan mampu sehingga nanti kita tidak perlu menguras banyak keringat lagi untuk memulai jalan untuk menggapai apa yang kita cita-citakan.

3. Apa penyebab kebobrokan pemuda saat ini.

Saya pernah mendengar sebuah kalimat yang diutarakan oleh salah seorang guru saya kepada kami disaat itu. Bahwa salah satu faktor yang sangat besar mempengaruhi pemuda baik dulu maupun sekarang adalah waktu luang. Waktu luang adalah musuh terbesar pemuda. Lihatlah banyaknya yang bisa kita lakukan belajar dari mereka yang telah menjadi seorang pemuda yang benar-benar pemuda. Dan lihatlah betapa tidak berdaya nya kita jika kita melihat contoh pemuda yang menghabiskan waktunya untuk pacaran, untuk bercengkrama dengan teman sejawad bahkan lebih lagi pemuda yang menghabiskan waktu nya dengan game dan internet tanpa henti. Apa yang bisa kita hasilkan dari semua itu?. Kontribusi apa yang akan kita berikan kepada negara, bangsa dan agama?. Saya yakin anda mengetahui apa yang kebanyakan pemuda lakukan disaat waktu luang mereka. Ada sedikit yang berbuat sesuatu yang positif dan banyak juga yang melakukan sesuatu yang negatif. Pertanyaannya? Apa yang didapat oleh orang-orang yang berbuat positif dalam waktu luang nya?. Mereka akan menghasilkan sesuatu yang mungkin bisa berguna untuk negara, bangsa, atau paling tidak untuk dirinya sendiri. Dan apa yang didapat oleh orang-orang yang melakukan hal negatif? Mereka akan melakukan hal yang tidak terpuji atau mereka hanya menghabiskan waktu tanpa melakukan apa-apa. Itulah yang menjadi masalah terbesar seorang pemuda.

Oleh karena itu. Seorang pemuda haruslah menjauhi “waktu luang” yang sia-sia. Artinya gunakan waktu luang untuk hal yang positif sehingga tak ada lagi waktu yang terbuang sia-sia. Seorang pemuda bukan tentang “aji mumpung” namun seorang pemuda adalah tentang “aji mumpung masih kuat”.  Itulah yang ada dalam benak saya tentang pemuda. Semoga tulisan ini ada manfaatnya. Untuk kita bersama. Amin

Di PKMI Methodist Banda Aceh
08 juni 2015
TENTANG PEMUDA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s